Dinkes KBB Usahakan Insentif Nakes yang Tertunda Cair Sebelum Lebaran

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 19:40 WIB
young Asian doctor, dressed in anti-virus clothing, sits on the floor tired and uses a smartphone to make a video call to his family. corona virus concept.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/12521104)
Bandung Barat -

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat sedang mengusahakan insentif tenaga kesehatan yang mandek selama lima bulan segera cair sebelum Lebaran tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan KBB Eisenhower Sitanggang mengatakan keterlambatan pencairan insentif untuk nakes di KBB sendiri terjadi karena adanya perubahan nomenklatur Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) tahun 2021.

"Diusahakan (cair) sebelum lebaran, karena ini kan sesuai akuntabilitas keuangan negara. Kendalanya karena ada perubahan nomenklatur SIPD untuk tahun 2021, jadi hanya di SIPD saja," ungkap Eisenhower kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).

Berdasarkan catatan Dinkes KBB keterlambatan pencairan insentif nakes terjadi sejak November 2020 sampai Maret 2021. Namun Eisenhower menyebut saat ini pihaknya sedang melakukan proses pencairan.

"Untuk yang November dan Desember 2020 itu dicairkan dengan nomenklatur yang lama. Tapi untuk Januari sampai Maret sekarang itu menggunakan nomenklatur yang baru. Itu sudah dalam proses pengentrian. Jadi anggarannya ada, tinggal dalam proses," terangnya.

Eisenhower menyebut insentif yang dibebankan ke pemerintah daerah yakni yang selama ini di-handle oleh pemerintah pusat sesuai Kemendagri dan Kementerian Keuangan

"Yang dibebankan ke daerah itu teknisnya yang selama ini dihandle oleh pusat sesuai Kemendagri dan Kementerian Keuangan. Dan KBB itu ke daerah, sama dengan daerah lainnya," katanya.

Dirinya mengatakan jumlah nakes yang insentifnya dihandle oleh Pemda Bandung Barat lebih dari 700 orang. "Yang dihandle oleh KBB itu ada 700 lebih. Anggarannya juga cukup besar, angkanya enggak ingat berapa. Tapi untuk 2020 sudah ada," tandasnya.

(mud/mud)