Vaksinasi Lansia Masih Rendah, Ridwan Kamil Terapkan Program 3 in 1

Whisnu Pradana, Wisma Putra - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 14:20 WIB
Ridwan Kamil menulis pesan romantis memakai lipstik
(Foto: Dok. Instagram Ridwan Kamil, Dok. Sephora)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut jumlah masyarakat lanjut usia (lansia) yang telah divaksinasi COVID-19 hingga saat ini jumlahnya masih jauh dari target.

Pria yang karib disapa Kang Emil itu mengatakan penyebab rendahnya persentase vaksinasi COVID-19 pada lansia karena terkendala pergerakan fisik para lansia sasaran vaksinasi.

"Rasio penyuntikan vaksinasi lansia kita masih agak kurang baik rata-rata lansia yang sepuhnya susah untuk bergerak. Sekarang sudah lumayan banyak, tahap satu sudah 90 persen, tapi tahap duanya yang masih berproses," ungkap Emil kepada wartawan di Bandung Barat, Senin (19/4/2021).

Selain akibat terbatasnya aktivitas lansia penyebab lain yang menghambat pelaksanaan vaksinasi untuk lansia yakni keterbatasan vaksin COVID-19.

"Untuk itu kewenangan pemerintah pusat. Ada ya saya suntik enggak ada ya nunggu. Kalau ada itu tugas saya memaksimalkan penyuntikan secepatnya," bebernya.

Dirinya mengatakan salah satu upaya untuk meningkatkan persentase vaksinasi terhadap lansia yakni menerapkan program 3 in 1. "Oleh karena itu sekarang yang mau menjadi kepanitiaan vaksinasi kami dorong 3 in 1 atau penjabarannya satu orang dirinya membawa dua orang lansia," kata Emil.

Emil menjelaskan saat ini pelaksanaan vaksinasi terhadap lansia sedang dikebut untuk mengantisipasi adanya pergerakan pemudik nakal pada saat libur Lebaran 2021 nanti.

"Kami sedang kebut sampai lebaran, supaya kalau ada yang bocor melanggar mudik itu tidak membahayakan kesehatan lansia di kampung halaman. Itulah kenapa lansia dikebut vaksinasinya," terangnya.

Salah satu daerah yang vaksinasi terhadap lansianya masih rendah yakni Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat, dari target 143.180 orang lansia baru sebanyak 2,5 persennya atau sekitar 3.579 orang saja yang sudah menjalani vaksinasi COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Eisenhower Sitanggang melalui Kepala Bidang P2P Mulyana mengatakan kendala pelaksanaan vaksinasi untuk lansia yakni keterbatasan jumlah dosis vaksin yang diterima.

"Sampai saat ini untuk lansia baru 2,5 persen dari target 143.180 orang. Sasarannya banyak tapi vaksinnya yang terbatas," ungkap Mulyana.

Rendahnya vaksinasi COVID-19 untuk lansia juga disebabkan banyak yang meminta vaksinasi ditunda waktunya menjadi setelah bulan Ramadhan. Hal tersebut karena para lansia menyebut ingin fokus beribadah pada malam hari.

"Sebetulnya waktu vaksinasi itu fleksibel. Hanya saja untuk lansia mesti melihat kondisi kesehatan mereka, bisa pagi atau malam. Tapi kalau malam dari beberapa laporan Puskesmas lansia ini ingin fokus beribadah," jelasnya.

Belum lagi jatah vaksin untuk lansia ada yang dialihkan terlebih dahulu untuk pelayan publik. Saat ini persentase pelayan publik di Bandung Barat yang sudah menjalani vaksinasi COVID-19 mencapai 68,5 persen.

"Jadijatahnya itu berebut antara yang untuk lansia dan untuk pelayan publik. Pelayan publik itu targetnya 60.388 orang, sampai saat ini baru 68,5 persen atau 41.365 orang yang sudah (divaksinasi)," tegasnya.