Round-Up

Tegaskan Lagi soal Siti Aisyah, Ridwan Kamil: Dia Pasangan Kakak Ipar Saya

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 13:59 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan aplikasi e-Perda.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Dok. Pemprov Jabar).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dikait-kaitkan dengan salah satu tersangka kasus korupsi dana bantuan provinsi (Banprov) Jabar di Indramayu, Siti Aisyah Tuti Handayani. Siti Aisyah disebut sebagai kakak ipar dari orang nomor satu di Jawa Barat.

Pria yang akrab disapa Kang Emil membantah Siti Aisyah sebagai kakak iparnya. Dia menyatakan eks anggota DPRD Jabar itu adalah pasangan atau istri dari kakak iparnya.

"Saya sampaikan, (Siti Aisyah) itu bukan kakak ipar saya, tapi pasangan kakak ipar saya, kan beda. Kalau kakak ipar-kan saya punya istri, kakaknya itu laki-laki semua, yang bersangkutan (Siti Aisyah) itu istri dari kakaknya," ucapnya.

Kang Emil, mengaku tidak keberatan, jika ada orang yang menghubung-hubungkan dengan Siti Aisyah.

"Jadi saya hanya meluruskan, karena orang ingin menghubung-hubungkan dengan saya, silahkan, tampikan harus proporsional, kalau ada warga yang korupsi ditulisnya warga yang selfie dengan Ridwan Kamil terbukti korupsi, jadi menurut saya media bijak saja," ungkapnya.

Selain itu, kasus korupsi bansos itu terjadi bukan pada masa Kang Emil menjabat sebagai Gubernur Jabar.

"Dan peristiwa itu terjadi di Tahun 2017. Jadi kalau mau mencari hubungan ke kami, tidak pada zaman saya juga. Zaman saya ketat, mendukung penanganan korupsi dari kpk, tidak tebang pilih, dan tentunya kita menghormati proses hukum," jelasnya.

Pihaknya memberikan seluruh penanganan kasus ini kepada KPK."Jadi gini, urusan penanganan korupsi kita serahkan ke KPK. Siapapun itu, kita dukung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah dua tahun pas zaman saya memperbaiki sistem untuk menangani KKN dan korupsi-korupsi yang terjadi di sana," pungkasnya.

Sementara itu, Siti Aisyah kini sudah ditahan KPK. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama Wakil Ketua DPRD Jabar Ade Barkah.

Siti Aisyah merupakan politikus dari Partai Golkar. Dia lahir di Bekasi, 22 Juli 1979 dan merupakan putri dari mantan Wali Kota Bekasi Akhmad Zurfaih.

Di bidang pendidikan, ia lulus dari SDN Jatiasih 15 Juni 1991, SMP Negeri 1 Bekasi pada 6 Juni 1994, SMU Negeri 2 Bekasi 5 Juni 1997, dan S1 di Universitas Padjajaran pada 5 Maret 2003, S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia di 2005, dan S3 di Universitas Universitas Padjajaran.

Di bidang politik, Aisyah menjalani karirnya dengan merangkak dari bawah. Ia menjadi Sekretaris PK Partai Golkar Kecamatan Jatiasih pada 2003-2004, Ketua KPPG Partai Golkar Kecamatan Jatiasih pada 2003-2008, Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Jatiasih pada 2004-2008.

Baru pada pileg 2004, ia berhasil mendapatkan kursi menjadi anggota DPRD Kota Bekasi. Ia pun melenggang ke kursi legislatif di provinsi Jawa Barat pada 2014 - 2019.

Selain itu, ia juga merupakan Pimpinan Majelis Ta'lim Al-Muslimah, Pembina DKM Al-Muaz Azazid, Ketua Yayasan Al-Muslimah, Bendaraha Pemuda Pancasila, dan Ketua Srikandi Pemuda Pancasila, serta Ketua KNPI Kota Bekasi.

Ia pun tercatat sebagai dosen tetap dengan status aktif di Universitas Winaya Mukti, dan mengajar di Program Studi Manajemen.

Selain itu, Siti Aisyah juga sempat tercatat sebagai komisaris independen di salah satu bank syariah milik daerah.

Simak juga 'Survei LSI Soal Korupsi di Kalangan PNS: 47% di Bagian Pengadaan':

[Gambas:Video 20detik]



(wip/mso)