Tak Dapat Hak Pilih Pemilu IA ITB, Alumni Polban Bikin Pernyataan Sikap

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 19:53 WIB
kampus
Kampus ITB (Foto: (ITB)
Bandung -

Kongres Nasional X Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) sejatinya digelar di Balai Pertemuan Ilmiah ITB, di Bandung, pada 16-17 April 2021. Dalam kesempatan tersebut, beragendakan Pemilihan Ketua Umum (Pemilu) IA ITB periode 2021-2026 dengan delapan kandidat.

Namun, dalam pelaksanaannya Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Bandung (IKA POLBAN) atau POLTEK ITB Agus Mulyawan menilai, pihaknya tak mendapatkan perlindungan suara dalam memilih.

Sikap tersebut dikeluarkan dalam delapan maklumat pernyataan sikap tentang 'Mohon Perlindungan Hak Suara Kami dalam Memilih' yang ditujukan pada Ketua SC Kongres IA ITB 2021, Tito Kurniadi (GL84), Ketua OC Kongres IA ITB 2021 Agustin Peranginangin (Si'94), Ketua Umum Pengurus IA ITB 2026-2020 Ridwan Djamalludin (GL`82), Dewan Pengawas IA ITB Ketua Pengurus Daerah IA ITB, dan Ketua Pengurus Program Studi IA ITB serta Ketua Komisariat IA ITB.

Dalam surat pernyataan sikap yang diterima detikcom, telah dibubuhi tanda tangan Ketua IKA POLBAN/POLTEK ITB dan Ketua Harian Adi Budiman. Agus mengatakan, bahwa para Alumni Politeknik ITB satu kesatuan yang utuh sebagai anggota Keluarga Besar Ikatan Alumni ITB, dan termasuk Anggota Biasa sesuai yang dinyatakan dalam AD/ART IA ITB.

"Namun dalam ajang demokrasi e-voting pemilihan ketua umum periode kali ini, hak menyampaikan suara kami menemui berbagai kendala yang berasal dari Panitia Pemilu," kata Agus dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

IKA POLBAN/POLTEK ITB yang beranggotakan 6.000 an orang tersebut tak semuanya mendapatkan akses menjadi pemilih. Dia menyebut, berbagai kendala terjadi seperti tidak diberikan akses ke menu pilihan jurusan/Prodi sehingga sebagian dari anggota banyak memilih Program Profesi Insinyur (PPI) yang itu bukan merupakan Politeknik ITB.

Pihaknya baru diberikan akses sekitar dua minggu kemudian dengan akses menu pilihan jurusan Program Politeknik ITB tanpa menyertakan menu berbagai pilihan jurusan/Prodi. Padahal, kata dia, di PPI dicantumkan berbagai jurusan/Prodi.

"Kami merasa mendapat perlakuan yang berbeda dengan pemilih Alumni ITB yang lain, khususnya yang berasal dari Program Profesi Insinyur (PPI) yang kuliah hanya dua semester," ujar Agus menambahkan.

Persoalan lain pun berkaitan dengan penentuan Data Pemilih Sementara menjadi Data Pemilih Tetap. Agus mengatakan, panitia tak memberikan kelanjutan penentuan tersebut.

"Namun sampai berakhirnya masa pendaftaran DPT pada tanggal 11 April 2021, data yang disampaikan tersebut tidak pernah ada tindak lanjut sama-sekali, yang menyebabkan ribuan alumni Politeknik tidak bisa mendaftar," lanjutnya.

Lebih lanjut, pada 12 April 2021 pihaknya mendeteksi adanya penambahan akses pilihan jurusan Program D3 Politeknik ITB dan berisi data-data DPS Alumni ITB yang berasal dari Data BAAK Politeknik Negeri Bandung. Namun di waktu yang sama pendaftaran sudah tidak dapat dilakukan.

"Akibatnya kami merasa malu dan marah, karena dengan penerapan teknologi maju dalam proses pemilihan ketua umum pengurus pusat IA ITB kali ini, yang di dalam kepanitiaannya diisi oleh putra-putri terbaik bangsa, justru malah menyebabkan Alumni Politeknik ITB mengalami kehilangan hak suara akibat pengurusnya sangat tidak profesional dan benar-benar tidak memperhatikan ketentuan pasal-pasal AD/ART IA ITB tersebut," ujarnya.

Dua pernyataan sikap lainnya masih berkenaan dengan tidak Diikutsertakan sebagai DPT Pemilu IA ITB. Agus menilai, jika pemilu tetap dilanjutkan maka ada banyak hal negatif yang terjadi.

"Bukan hanya akan mencederai perasaan namun juga telah melukai proses demokrasi pemilu IA ITB tersebut dan berakibat lemahnya legitimasi dan keguyuban organisasi IA ITB yang sedang gencar-gencarnya dikampanyekan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, polemik pun sempat terjadi jelang Kongres Nasional X ITB. Salah satunya muncul surat terbuka dari Komunitas Alumni ITB-Spirit Indonesia yang meminta pelaksanaan Kongres X ditunda, surat tersebut tertanggal 10 Maret 2021. Selain itu, muncul Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar secara daring dan luring di Hotel Savoy Homan, pada 10-11 April 2021 yang menyatakan Akhmad Syarbini terpilih sebagai Ketua IA-ITB.

(mud/mud)