Jalan Berliku Menuju Kongres X dan Pemilihan Ketum Ikatan Alumni ITB

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 20:31 WIB
Kampus ITB
Kampus ITB (Foto: Istimewa).
Bandung -

Kongres Nasional X Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) akan digelar pada 16-17 April mendatang di Balai Pertemuan Ilmiah ITB di Kota Bandung. Jadwal pelaksanaan kongres, yang juga akan dilaksanakan pemilihan ketua umum IA-ITB periode 2021-2026 sempat mundur dari jadwal semula 26-27 Maret.

Ketua Kongres IA-ITB Agustin Peranginangin mengatakan molornya jadwal kongres agar proses pendaftaran daftar pemilih tetap (DPT) genap sebulan, sehingga semua pemilik suara dipastikan mengikuti pemilihan. Agustin mengklaim, mundurnya jadwal kongres telah diketahui dan disepakati semua pihak terkait seperti komite pengarah, komite pelaksana, dewan pengawas, pengurus daerah, PPIA ITB, dan delapan kontestan pemilu IA-ITB.

"Semua pihak sepakat menyukseskan kongres nasional pada 16-17 April. Bahkan pengda, prodi, komisariat sudah menyampaikan dukungan secara tertulis," kata Agus saat dikonfirmasi di Bandung, Rabu (14/4).

Pelaksanaan pemilu akan dilakukan secara hybrid atau gabungan antara pemilihan langsung dan sebagian besar peserta akan melaksanakan pemilihan secara daring. "Yang hadir langsung hanya sebagian, yaitu perwakilan pengurus pusat, dewan pengawas, pimpinan kongres, dan calon ketua umum," katanya.

Ketua Pemilu IA-ITB, Mohamad Jeffry Giranza mengatakan, hingga saat ini tercatat 22.732 alumni yang sudah masuk DPT. Dari jumlah tersebut, 19.021 sudah teraktivasi dan sisanya masih berproses.

Semua proses pendaftaran DPT dilakukan secara online. Pemilik suara nantinya akan memilih calon ketua umum dengan metode i-voting yang berbasis internet.

"Semua proses dilakukan secara online, pemilihan ketua umum juga menggunakan sistem i-voting.

Jalan Berliku Menuju Kongres X IA-ITB

Polemik pun sempat terjadi jelang Kongres Nasional X ITB. Salah satunya muncul surat terbuka dari Komunitas Alumni ITB-Spirit Indonesia yang meminta pelaksanaan Kongres X ditunda. Surat tersebut tertanggal 10 Maret 2021.

Dalam pernyataan sikapnya, Spirit Indonesia menyebut masih ada persoalan AD ART yang tidak sesuai statuta ITB yang belum diselesaikan. Kemudian, mengenai masa bakti pengurus pusat IA-ITB 2016-2020 yang telah berakhir pada Maret 2020.

"Situasi pandemi yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pemilihan secara langsung, namun situasi ini tidak perlu dijadikan pembenar untuk boleh melanggar ketentuan organisasi," bunyi dalam surat tersebut.

Selain itu Spirit Indonesia juga menyoroti soal sistem pemilihan secara online voting, yang harus memenuhi asas berkeadilan, transparan , bertanggung jawab dan bersifat langsung, umum, bebas dan rahasia. "Sehingga daripadanya memerlukan pelaksanaan yang bersifat REAL TIME," bunyi salah satu poin dalam surat tersebut.

Jadwal pendaftaran daftar pemilih tetap (DPT) yang seharusnya sudah dimulai sejak 19 Februari 2021 belum bisa dilaksanakan. Alhasil Kongres X Nasional yang direncanakan digelar pada 26 - 27 Maret pun molor.

Tim Sukses para kandidat ketum pun melayangkan protes atas molornya agenda pemilu. Aksi itu ditindaklanjuti dengan mengeluarkan pernyataan bersama, yang meminta penjelasan mengenai tahapan pemilu yang tidak sesuai jadwal dari yang telah disepakati sebelumnya.

Dari delapan calon kandidat, hanya tujuh tim sukses yang menandatangani surat pernyataan bersama ini. Satu tim sukses yang tidak hadir dan tidak menandatangani pernyataan tersebut adalah dari calon nomor urut 3, Gembong Primadjaja.

Ada delapan poin yang disampaikan para timses, diantaranya perlunya dilakukan validitas dan penyempurnaan master database yang digunakan sebagai referensi utama dalam proses registrasi alumni. Selain itu timses kandidat pun meminta dilaksanakannya rentang waktu pemilihan yang cukup (30 hari) dan memundurkan penutupan pendaftaran DPT dan voting pemilu IA-ITB.

Teranyar, muncul Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar secara daring dan luring di Hotel Savoy Homann, pada 10-11 April 2021. Dalam KLB 2021 itu Akhmad Syarbini terpilih sebagai Ketua IA-ITB.

Alumni Teknik Geodesi Angkatan 1986 itu menang secara aklamasi, yang disaksikan oleh 55 orang peserta kongres yang hadir secara luring, dan 100 peserta yang hadir secara daring. Dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (12/3) malam, disebutkan bahwa KLB IA-ITB dilaksanakan untuk menegakan kembali kedaulatan anggota dan menjaga martabat organisasi.

"Diharapkan dengan terlaksananya KLB akan melahirkan organisasi IA-ITB yang dapat memberikan kontribusi sebesar-besarnya untuk alumni, almamater dan bangsa," bunyi dalam keterangan pers tersebut.

Dalam keterangannya, Akhmad Syarbini mengatakan dirinya diamanatkan sebagai ketua umum untuk mengisi kevakuman kepengurusan sampai saat ini.

"Kenapa KLB dilaksanakan? karena ini amanah KLB, kita jaga kehormatan alumni ITB, kepengurusan pusat IA-ITB legitimasi dan legalitasnya dipertanyakan, makanya kami bersama beberapa anggota biasa sesuai pasal 6 AD/ART melaksanakan KLB," ujar Akhmad.

Selanjutnya
Halaman
1 2