BPBD Jabar Siapkan Mitigasi Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 15:00 WIB
Ilustrasi Hujan Deras Angin Kencang Genangan Air
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Bandung -

BMKG telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk wilayah Bandung Raya khususnya Cekungan Bandung selama musim pancaroba yang diprediksi akan berlangsung hingga April 2021. Sedangkan wilayah Jabar yang belum masuk musim kemarau diprediksi alami musim hujan hingga Juni 2021.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dani Ramdan mengatakan telah melakukan upaya mitigasi sekaligus mengeluarkan surat edaran bagi pihak-pihak terkait.

Surat edaran tersebut berisi instruksi peringatan dini kepada BPBD di tingkat kabupaten/kota, khususnya daerah yang memiliki resiko tinggi bencana, untuk segera disosialisasikan kepada masyarakat. Seperti menjauhi lembah-lembah sungai ketika hujan besar, karena berpotensi terjadinya banjir bandang.

Begitu pun mewaspadai lereng-lereng tebing yang rawan longsor, menjauhi pohon-pohon tegakan yang mudah tumbang, termasuk bagi masyarakat bertempat tinggal di wilayah pesisir pantai untuk menjauhi kawasan tersebut, mengingat adanya potensi gelombang tinggi.

"Selain itu, kami juga telah meminta BPBD di tingkat kabupaten/kota untuk mulai pekan ini hingga tanggal 19 April mendatang agar segera menyiapkan jalur-jalur dan tempat evakuasi, serta lokasi pengungsian warga di daerah rawan resiko tinggi. Termasuk menyiagakan peralatan evakuasi dan personel tim reaksi cepat selama 1x24 jam, dan siap diterjunkan bila sewaktu-waktu bencana tersebut terjadi," ujar Dani saat dihubungi melalui telepon, Jumat (16/4/2021).

Dia mengatakan wilayah Jabar memiliki perbedaan cuaca yang cukup signifikan. Sebagian sudah memasuki musim kemarau dan sebagian lainnya masih berpotensi turun hujan.

"Akibat adanya perbedaan musim di beberapa wilayah ini, cenderung akan menimbulkan cuaca ekstrem, yang mana akan tiba-tiba panas dan tiba-tiba hujan. Bahkan, turunnya hujan ini pun, bisa lebat disertai angin kencang, hujan es, juga hujan disertai petir," ucapnya.

Disinggung terkait pemetaan penyiagaan, dia mengatakan, sedikitnya ada 50 personel yang disiagakan. Sedangkan, kekuatan BPBD di setiap kabupaten/kota, rata-rata sekitar 50-150 personel.

Selain dari segi personel, pihaknya telah membekali diri dengan sarana prasarana, di antaranya ada 6-20 unit perahu karet dan BPBD Jabar memiliki 10 unit perahu karet, empat unit perahu aluminium, empat unit perahu katamaran.

Beberapa di antara sarana perahu tersebut, telah berada dalam posisi siaga di atas kendaraan, sehingga dapat segera diterjunkan jika suatu waktu dibutuhkan dalam kondisi bencana alam.

Seperti diketahui, daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana dari kondisi pancaroba yaitu Bandung Raya, Kab Garut, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur. Pihaknya meminta agar elemen masyarakat dan Pemda dapat melakukan antisipasi kebencanaan sedini mungkin hingga beberapa hari ke depan, termasuk membangun posko pengendalian operasi.

Sebab beberapa daerah yang disebut termasuk dalam wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi di Jabar. "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk dapat memantau prakiraan perubahan cuaca dari kanal atau sumber informasi resmi dari pemerintah yang juga telah mulai disiarkan di berbagai media massa," imbuh Dani.

"Ketika terjadi hujan lebat atau kondisi perubahan cuaca ekstrem, sebaiknya menunda perjalanan, dan kalaupun harus berteduh, diharapkan memperhatikan kondisi sekelilingnya untuk memastikan diri dalam kondisi benar-benar aman dari potensi bencana. Serta selalu mengikuti setiap arahan petugas dalam proses evakuasi," tandasnya.

(mso/mso)