16 Wilayah di KBB Rawan Bencana, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 09:25 WIB
Ilustrasi Hujan Deras Angin Kencang Genangan Air
Ilustrasi cuaca ekstrem (Ilustrator: Zaki Alfarabi)
Bandung Barat -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan BMKG mengingatkan masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) soal potensi cuaca ekstrem yang bakal terjadi sepekan mendatang. BMKG Bandung menyebutkan beberapa hari yang lalu ada perubahan cuaca berupa siklon tropis Seroja dan Odette yang berdampak pada kondisi angin kencang dan tinggi gelombang di sejumlah wilayah termasuk di Bandung Barat.

"Pengaruh badai siklon ini kemungkinan terjadi sepekan ke depan. BMKG memprakirakan cuaca ekstrem itu masih akan terus terjadi pada minggu ini," ujar Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat Duddy Prabowo, Kamis (14/4/2021).

Tercatat 16 wilayah di Bandung Barat masuk kategori waspada potensi bencana hidrometeorologi yakni banjir, banjir bandang, serta tanah longsor. Wilayah itu terdiri Cipeundeuy, Rongga, Gununghalu, Sindangkerta, Lembang, Parongpong, Cisarua, Cikalongwetan, Padalarang, Ngamprah, Batujajar, Cihampelas, Cililin, Cipongkor, Cipatat, serta Saguling.

"Hampir merata sebaran potensi bencananya, ada juga potensi angin puting beliung. Biasanya di lokasi yang relatif datar seperti Padalarang dan sekitarnya kemudian Batujajar yang berada di daerah tepian Saguling," ucap Duddy.

Sementara itu, prakirawan BMKG Bandung Iid Mujtahidin menyebut saat ini beberapa wilayah masuk dalam periode transisi/pancaroba karena perubahan cuaca berupa siklon tropis Seroja dan Odette. Namun kondisi angin kencang menyebabkan kondisi cuaca beberapa hari yang lalu sedikit berkurang.

"Setelah pengaruh dari siklon tersebut sudah melemah dan punah, potensi hujan kembali terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang bahkan lebat kadang disertai petir/kilat dan angin kencang atau angin puting beliung," kata Iid melalui keterangan tertulisnya.

Karakteristik cuaca selama periode transisi atau pancaroba ditandai dengan gejala cuaca ekstrem berupa hujan lebat, hujan es, atau hujan di sertai angin kencang. Berdasarkan parameter kelembapan yang cenderung basah sehingga potensi untuk pembentukan awan-awan hujan di sekitar wilayah Jawa Barat. Untuk prakiraan angin umumnya variabel/berubah-ubah arah sehingga potensi hujan yang terjadi bisa disertai petir/kilat.

"Dalam beberapa hari ke depan masih perlu diwaspadai terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode transisi. Tetap selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, baik itu diakibatkan oleh hujan lebat disertai petir atau angin kencang dan angin puting beliung," kata Iid.

Tonton juga Video: Habis Siklon Seroja, BMKG Ingatkan Bahaya Surigae

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)