Vaksinasi Corona, Ridwan Kamil: Maksimalkan Lansia yang Punya Anak Merantau

Wisma Putra, Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 15:51 WIB
MUI keluarkan fatwa vaksinasi COVID-19 tak batalkan puasa. Oleh karena itu vaksinasi COVID-19 di bulan Ramadhan tetap gencar dilakukan di Ibu Kota.
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra/detikcom).
Bandung -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memprioritaskan pemberian vaksinasi COVID-19 bagi lansia yang memiliki anak-anak perantau. Skala prioritas itu dibuat karena adanya potensi penularan COVID-19 dari anak-anaknya di perantauan.

"Kalau terjadi kebocoran mudik, itu lansia-lansia di kampung itu yang paling rawan (terpapar). Nah, oleh karena itu kita vaksinasi menggeser, memaksimalkan lansia-lansia yang diutamakan lansia yang punya anak-anak yang merantau," ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai memimpin Rapat KPCPED di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (14/4/2021).

"Karena pemuda-pemudi itu yang punya potensi (membawa virus Corona)," imbuhnya.

Di samping itu, sosok yang akrab disapa Kang Emil itu mengakui jika capaian vaksinasi untuk lansia masih rendah. Berdasarkan data yang dilaporkan Satgas COVID-19 Jabar, sebanyak 4.403.983 lansia ditargetkan jalani vaksinasi pada tahap kedua.

Namun, hingga 13 April 2021 baru sekitar 247.350 lansia yang telah menerima dosis pertama dan 66.728 lansia yang telah menerima dosis kedua. Cakupan vaksinasi lansia I baru 5,82 persen dan vaksinasi lansia II baru mencapai 1,52 persen.

Sekda Jawa Barat Setiawan Wangasaatmaja dalam presentasinya menyampaikan, setidaknya ada empat kendala yang menyebabkan masih lesunya vaksinasi bagi lansia.

Keempat hal itu adalah angka partisipasi vaksinasi lansia turun; lansia takut dan khawatir akan keamanan vaksin; lansia memiliki keterbatasan akses transportasi ke faskes/sentra vaksinasi dan kemampuan lansia mengakses teknologi pendaftaran dan penjadwalan vaksinasi terbatas.

"Lansia-lansia itu butuh dibawa, butuh dibimbing," kata Kang Emil.

Sementara itu, ratusan guru dan SDM pendidikan di Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung jalani vaksinasi COVID-19. Vaksinasi ini digelar terpusat di SDN 23 Pajagalan, Astanaanyar.

"Di wilayah ini, Kecamatan Astanaanyar targetnya 960 an. Hari ini target 400 sekian, besok 500 sekian," kata Sekda Kota Bandung Ema Sumarna di SDN 58 Pajagalan.

Vaksinasi di SDN 23 Pajagalan dilakukan di 10 ruangan kelas dengan kuota 80 orang setiap kelasnya. "Satu kelas target rata-rata 80 orang, di 10 kelas, satu kelas saja saya lihat tadi sudah 52 orang, kalau lihat jam, dzuhur bisa selesai," ujarnya.

Ema memastikan, untuk stok vaksin dosis dua bagi SDM pendidikan di Kecamatan Astanaanyar dinyatakan aman. "Sekarang serentak di 30 kecamatan, saya optimis selesai. Setiap kecamatan rata-rata 400-500 sama seperti di sini," jelas Ema.

Ema menyebut, dari 40 ribu dosis vaksin yang diterima Pemkot Bandung, 36 ribu dosis vaksin diperuntukkana untuk SDM pendidikan.

"40 ribu itu, tidak boleh diganggu untuk yang lain. Itu mutlak untuk SDM pendidikan," pungkasnya.

(yum/mso)