Mudik Dilarang, Korlantas Siapkan 333 Titik Penyekatan

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 14:26 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono cek kesiapan pos penyekatan di Cirebon (Foto: Sudirman Wawad/detikcom).
Cirebon -

Pemerintah telah memutuskan melarang mudik Idul Fitri 2021. Pihak kepolisian telah membangun 333 titik pos penyekatan untuk mengantisipasi adanya pemudik.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono mengaku telah mengecek kesiapan pos penyekatan untuk mengahalau pemudik saat Idul Fitri nanti. Istiono optimistis penyekatan mudik tahun ini lebih ketat dibandingkan sebelumnya.

"Saya pastikan untuk jalur utama dari Lampung sampai Bali dibangun 333 titik pos penyekatan. Dan, jalu-jalur tersebut sudah kita evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu, sebelumnya dibangun 164 titik (pos penyekatan). Sekarang kita lipat gandakan," kata Istiono kepada awak media di pintu Tol Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (14/4/2021).

Istiono mengatakan pemerintah telah menyepakati untuk membatasi aktivitas moda transportasi massal saat mudik Lebaran nanti. Kondisi itu, lanjut dia, masyarakat beralih memilih kendaraan pribadi.

"Kendaraan pribadi dan roda dua. Artinya, nanti jalur alternatif atau arteri menjadi tumpuan, seperti Pantura, jalur tengah dan selatan. Jalur yang menuju Sumatera juga kita antisipasi," kata Istiono.

Istiono mengaku telah menginstruksikan seluruh polres agar berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk melaksanakan penyekatan. "Untuk di Cirebon ada sembilan titik penyekatan, satu di tol dan delapan titik di arteri. Semua kita cek, kemudian akan disimulasikan," kata Istiono.

Selain penyekatan terhadap pemudik, Istiono mengaku pada tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang pihaknya akan menggelar Operasi Ketupat. Operasi tersebut lebih mengedepankan sisi kemanusiaan.

Istiono juga mengaku tak mempermasalahkan perantau yang memilih mudik lebih awal. "Kalau untuk pemudik yang awal ya silakan saja. Nanti kan ada Operasi Ketupat, setelah operasi ini ya tidak boleh. Kenapa dilarang, karena yang bahaya itu kan berkerumunnya," kata Istiono.

(mso/mso)