Warga Carita Pandeglang Keluhkan Keberadaan Puskesmas di Tengah Hutan

Rifat Alhamidi - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 04:00 WIB
Warga Carita Pandeglang akhirnya memiliki puskesmas
Warga Carita Pandeglang keberadaan puskesmas di tengah hutan (Foto: Rifat Alhamidi)
Pandeglang -

Warga Carita, Pandeglang, Banten resmi memiliki gedung baru untuk layanan puskesmas. Gedung megah berlantai dua itu baru saja diresmikan dan ditarget bisa beroperasi pada 2021.

Dibalik kemegahannya, gedung puskesmas di Carita rupanya berdiri di tengah hutan belantara. Keberadaannya pun dikeluhkan warga sekitar karena menyulitkan mereka untuk mengakses layanan kesehatan.

"Kesulitan kang, lokasinya jauh kemana-mana. Ke pemukiman warga jauh, ke akses jalan juga jauh, enggak strategis posisinya," kata Juli, warga Carita saat berbincang dengan detikcom di Pandeglang, Banten, Selasa (13/4/2021).

Karena kondisi tersebut, warga merasa aneh kenapa pemda membangun Puskesmas Carita di lokasi yang tidak strategis. Padahal menurut informasi, gedung yang dibangun pada 2020 itu didanai langsung dari bantuan pemerintah pusat.

"Makanya, kami juga aneh kenapa pemda bangunnya di tengah hutan. Minimalnya enggak asal kayak gini lah kang, kalau mau ya di tempat strategis lah dan enggak sulit diakses sama masyarakat," keluhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Carita Tien Sulaisiah membenarkan gedung baru untuk tempat kerjanya nanti berada di lokasi yang jauh dari pemukiman warga. Bahkan, pihaknya masih belum berani menggunakan bangunan tersebut lantaran sarana pendukungnya yang belum tersedia.

"Iya, meski kami sudah menerima kunci, tapi kami belum berani menggunakan bangunan itu. Karena masih banyak kekurangan dalam pemenuhan sarana penunjang yang lain," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Tien sendiri tak membantah gedung puskesmas baru itu tidak strategis dan sulit diakses warga setempat. Bahkan dirinya sempat meminta rencana lokasi lain untuk pembangunan puskesmas, namun hal itu sia-sia.

"Dulu juga sudah pernah dibahas soal lokasi pembangunan, tapi pada akhirnya tetap dibangun di lokasi itu. Kami sebetulnya bukan tidak mau mengisi, tapi kami belum berani karena sarana pendukungnya belum maksimal," pungkasnya.

(mud/mud)