Jelang Ramadhan, Pesisir Pantai Palabuhanratu-Cisolok Dipadati Wisatawan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 17:31 WIB
Sejumlah objek wisata di Sukabumi dipadati wisatawan.
Pantai di Sukabumi dipadati wisatawan (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom).
Sukabumi -

Sejumlah objek wisata di kawasan pesisir Palabuhanratu hingga Cisolok, Kabupaten Sukabumi dipadati wisatawan. Para wisatawan memanfaatkan akhir pekan terakhir Jelang Ramadhan untuk berwisata.

Pantauan di lapangan, pengunjung didominasi wisatawan dari luar daerah seperti Jakarta, Bandung, Bogor dan Cianjur. Mereka menghabiskan waktu untuk makan dan berkumpul bersama keluarga.

"Dengan keluarga, menjelang Ramadhan sudah biasa papajar, ngajak tetangga kumpul, botram sambil bermain air. Sudah membekali diri dengan handsanitizer, kami juga mematuhi protokol kesehatan di lokasi wisata jadi benar-benar mengetatkan diri," kata Agung, wisatawan asal Jakarta kepada detikcom di lokasi wisata Karanghawu, Minggu (11/4/2021).

Sejumlah petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi tidak hentinya mengingatkan wisatawan untuk mengenakan masker. Beberapa di antaranya terlihat membawa pengeras suara dan mengingatkan agar wisatawan mematuhi protokol kesehatan.

Petugas juga terlihat beberapa kali melambaikan tangan, meminta wisatawan agar tidak berenang terlalu ke tengah. Sejumlah bendera merah terpasang sebagai penanda ombak di sekitar lokasi tidak bersahabat.

"Pantauan hari ini mulai beberapa hari yang lalu, minggu lalu terjadi kepadatan pengunjung di objek wisata pantai, sama saat ini menjelang bulan puasa masyarakat sekitar Palabuhanratu bahwa ini papajar atau orang-orang Bogor menyebut munggahan," ujar Kapolsek Cisolok AKP Mariyadi.

Maryadi mengatakan lonjakan pengunjung ke objek wisata pantai nyaris sebesar 200 persen. Keselamatan mereka juga menjadi perhatian kepolisian dan petugas Balawista yang melakukan penjagaan sejak pagi tadi.

"Kami menghimbau wisatawan untuk tidak berenang terlalu tengah, karena kondisi ombak cukup tinggi, dan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas," imbuhnya.

Kedatangan wisatawan juga menjadi berkah tersendiri bagi pedagang di lokasi wisata. Pemasukan mereka hari ini melonjak, meski tidak sedikit juga mereka kecewa karena ada wisatawan yang sengaja membawa bekal dan akhirnya membuang sampah sembarangan.

"Sebenarnya tidak masalah, hanya kesadaran membuang sampah yang kurang diperhatikan. Ya akhirnya pedagang di warung wisata yang membersihkan, kertas nasi, botol air mineral, plastik makanan berserakan. Tapi melihat antusias wisatawan yang datang kami juga bersyukur, saya sampai sore ini sudah tiga kali ambil makanan," kata Kardi, penjual makanan keliling.

(sya/mso)