Duh! Sampah Medis Dibuang Sembarangan di Pinggir Jalan Sukabumi-Cianjur

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 10:30 WIB
Seorang relawan di Sukabumi temukan sampah medis yang dibuang sembarangan di pinggir jalan.
Seorang relawan di Sukabumi temukan sampah medis yang dibuang sembarangan di pinggir jalan (Foto: Istimewa/detikcom).
Sukabumi -

Tumpukan sampah medis berupa kantong dan selang diduga bekas kateter atau pengosong kandung kemih bagi pasien ditemukan di pinggir Jalan Raya Cicalobak Cijangkar, Sukabumi-Pasirhuni Takokak, Cianjur.

Sampah medis itu ditemukan oleh relawan ProBumi Indonesia Asep Has relawan ProBumi Indonesia. Ia kemudian mengabadikan gambar-gambar tersebut di akun media sosial Facebook miliknya.

Menurut relawan kebencanaan itu, ia mengetahui sampah medis setelah diberitahu oleh anak sekolah yang melintas di daerah tersebut.

"Betapa tidak punya rasa kepedulian hingga sampah Medis dibuang di pinggir jalan yg melintas arah Kec. Takokak sedangkan lokasi sampah itu berada di pinggir jalan Kp. Puncak Paku Desa Ciengang Kec. Gegerbitung Sukabumi. Saya kwatir sampah medis ini dipake mainan oleh anak, karena tepat di buang pinggir jalan," tulis Asep di beranda media sosialnya.

Dihubungi detikcom, Asep memgatakan sampah medis itu ditemukan menumpuk sekitar pukul 16.30 WIB, Sabtu (10/4) kemarin.

"Lokasinya berada tidak jauh dari pertigaan menuju lokasi bencana pergerakan tanah Kampung Ciherang, saat itu saya mendapat informasi dari anak-anak sekolah yang memang sering melintas ke daerah tersebut," kata Asep, Minggu (11/4/2021).

Menurut Asep ada sekitar dua gundukan sampah medis yang menurutnya berupa kantong urine lengkap dengan selangnya. Ia menduga sampah medis itu bukan berasal dari Puskesmas namun dari rumah sakit besar.

"Dari lokasi bencana Ciherang saya bergeser ke lokasi yang ditunjukkan oleh anak-anak sekolah tersebut. Ternyata benar, ada tumpukan sampah medis di situ," ucapnya.

Asep sempat mencari stiker atau logo asal sampah itu. Dengan sebatang bambu ia mencari identitas darimana sampah medis itu berasal. Namun ia hanya mendapatkan kode-kode medis di dalamnya.

"Saya mencoba mencari identitas RS ternyata enggak ada. Saya mencoba diposting karena itu sampah medis, apalagi itu tepi jalan banyak anak sekolah melintas SMA ke Cikeyeup," ujarnya.

"Yang saya khawatirkan itu sampah medis, apalagi kalau memang benar itu kateter untuk menampung urine pasti banyak bakteri, bagaimana kalau tiba-tiba jadi mainan anak-anak," sambungnya.

Sejak diunggah di media sosial miliknya, Asep Has mengaku mendapat banyak telepon dari sejumlah Puskesmas yang memastikan keberadaan sampah medis tersebut. "Kalau saya yakin bukan dari Puskesmas karena tidak ada rawat inap, sepertinya memang dari rumah sakit besar. Hanya pagi tadi tumpukan sampah medis tersebut sudah tidak ada, hanya ada satu dua benda mirip infusan tercecer," ujarnya.

(sya/mso)