Jelang Ramadhan, Pantai Pangandaran Dipadati Wisatawan

Faizal Amiruddin - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 13:27 WIB
Pantai Pangandaran dipadati wisatawan.
Pantai Pangandaran dipadati wisatawan (Foto: Faizal Amiruddin/detikcom).
Pangandaran -

Sejumlah objek wisata pantai di Kabupaten Pangandaran diserbu pengunjung, Minggu (11/4/2021). Pengunjung memanfaatkan libur akhir pekan ini untuk munggahan jelang Ramadhan.

Berdasarkan pantauan, pengunjung dari luar daerah berbaur dengan masyarakat lokal berwisata ke tepi pantai. Banyak rombongan warga menggelar tikar dan makan bersama. Di atas pasir, di bawah teduh pepohonan dan diiringi deru ombak mereka tampak sukacita menikmati bekal makanan.

Tidak hanya di pantai barat dan pantai timur Pangandaran, namun hampir semua pantai yang ada di Pangandaran ramai dikunjungi. Misalnya pantai Karapyak Kecamatan Kalipucang, Pantai Batuhiu Kecamatan Parigi, Pantai Batukaras Kecamatan Cijulang dan Pantai Madasari Kecamatan Cimerak. Bahkan di Pantai Karapyak sempat terjadi antrean kendaraan di pintu masuk kawasan wisata.

Pemerintah belum mengumumkan awal Ramadhan, namun masyarakat dan sebagian ormas Islam sudah berasumsi 1 Ramadhan 1442 H jatuh pada hari Selasa (13/4/2021). Sehingga libur akhir pekan ini adalah masa libur terakhir sebelum datangnya bulan Ramadhan.

"Tadi habis ziarah kubur, dilanjut sekalian botram (makan bersama) di pantai. Munggahan, supaya anak-anak semangat berpuasanya," kata Sugianto warga Kecamatan Langkaplancar Pangandaran, Minggu (11/4/2021).

Namun demikian, banyak dari pengunjung tersebut yang mengabaikan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker. Imbauan petugas gabungan yang berkeliling di sekitar pantai juga tak terlalu berpengaruh banyak. Banyak warga yang wara-wiri tanpa masker.

Bupati Pangandaran Jeje wiradinata menyempatkan melakukan pemantauan langsung. Dia mengaku menyayangkan banyaknya warga yang mulai abai terhadap protokol kesehatan.

"Pantauan secara kasat mata, paling hanya 10 persen warga yang pakai masker," kata Jeje di pantai barat Pangandaran. Dia sempat menegur beberapa warga yang tak pakai masker. Ini harus dievaluasi kembali, terutama saya tekankan kepada para pelaku usaha pariwisata. Mereka seharusnya bisa menjadi pelopor penerapan Prokes," kata Jeje.

Dia bahkan menyarankan agar pelaku usaha mendorong penerapan protokol kesehatan dengan promo dagangannya. "Misalnya penyewaan sepeda, papan boogie, perahu pesiar memberikan diskon kepada pengunjung yang memakai masker. Dengan begitu wisatawan jadi termotivasi untuk mengenakn masker," ujar Jeje.

(mso/mso)