Sepi Pembeli, Pedagang di Pasar Sederhana Ngadu ke Walkot Bandung

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 11:13 WIB
Pasar Sederhana Bandung
Pasar Sederhana, Bandung (Foto: Wisma Putra/detikcom).
Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial didatangi sejumlah pedagang di Pasar Sederhana. Para pedagang mengeluhkan sepinya kondisi pasar khususnya di lantai dua. Kondisi itu membuat para pedagang mengalami kerugian.

"Ini gimana pak, sudah lima bulan jualannya rugi terus," kata salah satu pedagang kepada Oded.

"Enggak laku pak," timpal pedagang lainnya.

Informasi dari para pedagang, dari 250 lapak yang disediakan PD Pasar Bermartabat hanya sekitar 80 lapak yang terisi. Kondisi itu mengakibatkan para pembeli enggan naik ke lantai dua untuk membeli kebutuhan pokok.

Selain itu, 80 orang pedagang yang saat ini berjualan di lantai dua sebelumnya mereka berjualan di kawasan terminal yang saat ini menjadi lahan parkir.

Salah satu pedagang Amuh (53) mengatakan, sejak di renovasi dan diisi akhir tahun 2020 lalu, pedagang di lantai dua merugi. Karena, masih banyak PKL liar yang berjualan di luar pasar.

"10 Desember naik ke lantai dua, hampir lima bulan, jadi tidak ada perkembangan, jadi pedagang mengeluhkan pembeli tidak ada, akhirnya turun lagi," kata Amuh kepada detikcom.

Menanggapi hal itu, orang nomor satu di Kota Bandung akan berupaya memberikan solusi terbaik untuk para pedagang. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kondisi tersebut bisa diatasi.

Oded juga minta kepada PD Pasar agar memasukkan pedagang yang berjualan di luar ke lantai dua Pasar Sederhana.

"Saya minta kepada PD Pasar agar semua pedagang yang di luar dinaikkan ke lantai dua," ucapnya.

Dirut PD Pasar Bermartabat Herry Hermawan mengatakan pihaknya sudah bertanggungjawab menyediakan fasilitas. Terkait pedagang yang berjualan di luar pasar itu PKL liar dan pihaknya tidak memiliki kewenangan.

"Kami berbagai tugas, sesuai ketentuan kita bertanggungjawab memfasilitasi, sebenarnya fasilitas itu sudah kita siapkan berupa ruang dagang yang layak, yang jumlahnya memadai. Sudah dihitung, pedagang yang di luar PKL harus bisa masuk sebetulnya," kata Herry.

Pihaknya meminta kewilayahan atau pihak kecamatan menertibkan para PKL liar. Karena, PD Pasar sudah menyediakan tempat untuk mereka berjualan dengan layak.

"Mengapa lama? Karena terjadi penanganan PKL yang diluar, PKL diluar bukan wilayah atau terotori kewenangan PD Pasar atau Perumda Pasar tapi kewilayahan. Sekarang, leading sektor ada di kewilayahan. Saya bukan lempar tanggungjawab, tapi justru koordinasi yang terbaik harus jalan. PKL ini sulit, sampai sekarang belum bisa untuk didorong masuk," ungkapnya.

Ia mengaku, jika para pedagang di lantai dua terkatung-katung dan sepi pembeli. Pihaknya meminta kepada kecamatan agar memindahkan para PKL ke lantai dua pasar agar tidak terjadi kecemburuan sosial.

"Lima bulan ini betul, kita berupaya terus dengan pihak kecamatan menjadi leading sektor yang memindahkan," tambahnya.

Menurutnya, jika para PKL liar tidak tertangani, banyak pedagang yang sudah dipindahkan ke lantai dia turun lagi dan menjadi PKL liar kembali.

"Banyak, turun ke bawah kita naiknya lagi. Imbauan sudah diberikan, bahkan di atas masih free dan kita berupaya juga mengarahkan pembeli bahwa pedagang di atas sudah siap," ujarnya.

"Pedagang di dalam kondusif, di luar bukan kewenangan kita. Kata Pak wali tadi harusnya kecamatan yang bergerak," pungkasnya.

Tonton juga Video: Suasana Sepi Kuta Bali yang Tak Masuk Zona Free Covid Corridor

[Gambas:Video 20detik]



(wip/mso)