Akitivitas Tambang di Kota Hirosima Kedua Sukabumi Diminta Disetop Sementara

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 18:55 WIB
Kota Hirosima Kedua di Sukabumi terancam dieksploitasi tambang batu
Kota Hirosima Kedua di Sukabumi terancam dieksploitasi tambang batu (Foto: Dok Tedi Ginanjar).
Sukabumi - Polres Sukabumi Kota meminta PT Muara Bara Indonesia untuk menghentikan sementara aktivitas tambang di situs Hiroshima Kedua di Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni menyebut saat ini masih melakukan penyelidikan terkait pengaduan masyarakat. Selain itu pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemkab Sukabumi terkait keberadaan situs yang saat ini tengah berproses untuk dijadikan cagar budaya tersebut.

"Kami sudah mengecek ke lokasi, sudah memanggil beberapa pihak terkait. Kita akan lakukan pengecekan, di lokasi yang katanya cagar budaya ya, kita akan mencari sumber informasi nanti ada ahli yang menjelaskan. Kita juga akan minta agar perusahaan tersebut menyetop kegiatannya sampai ini clear, koordinasi dengan Pemkab dan pihak terkait lainnya," jelas Sumarni kepada detikcom, Rabu (7/4/2021).

Terkait koordinasi dengan Pemkab Sukabumi, Sumarni mengaku telah menyampaikan informasi adanya pengaduan masyarakat tersebut ke Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

"Kami sudah menyampaikan ke pak bupati, bahwa Polres Sukabumi Kota sedang melakukan penyelidikan perihal adanya keberatan dari Yayasan Cagar Budaya Nasional Pojok Gunung Kekenceng tentang pelaksanaan eksplorasi pertambangan di lokasi Gunung Kekenceng, Desa Tegal Panjang Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi oleh PT Muara Bara Indonesia mengingat di lokasi tersebut adanya situs sisa-sisa pangkalan militer Jepang (Hirosima II)," ucap Sumarni.

Sumarni juga mengatakan pihaknya berharap Bupati Sukabumi dapat menugaskan staf dari dinas terkait untuk melakukan supervisi dan asistensi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

"Kami sudah menyampaikan Bapak Bupati untuk dapat menugaskan stafnya dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas ESDM dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk melakukan supervisi maupun asistensi dalam rangka memastikan kebenaran informasi tersebut," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kawasan Gunung Kekenceng yang berdekatan dengan situs Hiroshima Kedua di Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas terancam aktivitas eksploitasi pertambangan batu kars dari salah satu perusahaan tambang.

Hal itu diungkap Ketua Yayasan Cagar Budaya Nasional Kota Hiroshima-2 Pojok Gunung Kekenceng Sukabumi Tedi Ginanjar. Menurutnya warga menolak eksploitasi salah satu perusahaan tambang tersebut. Bahkan menurutnya aktivitas itu belum memiliki izin lingkungan dari warga.

"Di kawasan tersebut terdapat situs Pertahanan Divisi Siliwangi/TKR Resimen III Sukabumi Batalyon 3 Pimpinan Kapten Anwar yang sedang diteliti dan dikaji oleh Balai Arkeologi Jawa Barat, Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang Banten dan Dinas Budpora Kabupaten Sukabumi."Bukan hanya itu, situs pertahanan di kawasan itu tersebut juga sudah diakui dan akan dilakukan observasi lanjutan oleh Kodam III/Siliwangi melalui Kepala BINTAL Kodam III Siliwangi yaitu Kolonel Inf. Luqman Arif," kata Tedi kepada detikcom, Senin (5/4/2021). (sya/mso)