Waduh, Kota Hiroshima Kedua di Sukabumi Terancam Aktivitas Tambang

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 18:21 WIB
Kota Hirosima Kedua di Sukabumi terancam dieksploitasi tambang batu
Kota Hirosima Kedua di Sukabumi terancam dieksploitasi tambang batu (Foto: Dok Tedi Ginanjar)
Sukabumi -

Kawasan Gunung Kekenceng yang berdekatan dengan situs Hiroshima kedua di Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas terancam aktivitas eksploitasi pertambangan batu kars dari salah satu perusahaan tambang.

Hal itu diungkap Ketua Yayasan Cagar Budaya Nasional Kota Hiroshima-2 Pojok Gunung Kekenceng Sukabumi Tedi Ginanjar. Menurutnya warga menolak eksploitasi salah satu perusahaan tambang tersebut. Bahkan menurutnya aktivitas itu belum memiliki izin lingkungan dari warga.

"Di kawasan tersebut terdapat situs Pertahanan Divisi Siliwangi/TKR Resimen III Sukabumi Batalyon 3 Pimpinan Kapten Anwar yang sedang diteliti dan dikaji oleh Balai Arkeologi Jawa Barat, Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang Banten dan Dinas Budpora Kabupaten Sukabumi."Bukan hanya itu, situs pertahanan di kawasan itu tersebut juga sudah diakui dan akan dilakukan observasi lanjutan oleh Kodam III/Siliwangi melalui Kepala BINTAL Kodam III Siliwangi yaitu Kolonel Inf. Luqman Arif," kata Tedi kepada detikcom, Senin (5/4/2021).

Selain itu dijelaskan Tedi, di sekitar tempat eksploitasi itu terdapat tanaman milik Pramuka Saka Wanabakti Perhutani KPH Sukabumi yang terdapat ada Surat Kerjasama (SK) Menggarap Gunung Kekenceng dengan para pemiliknya serta tanah Desa Tegalpanjang yang ada di Gunung Kekenceng pun sudah di Swakelola kepada Pramuka Saka Wana Bakti KPH Sukabumi.

"Tanaman pohon milik Pramuka Saka Wanabakti tersebut ditanam pada tahun 2012 dan 2013 lalu dengan bibit pohonnya dari Gubernur Jawa Barat sewaktu dijabat oleh Ahmad Heryawan melalui Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat dan bibit hasi persemaian Pramuka Saka Wanabakti," papar dia.

Dijelaskan Tedi, saat ini pihaknya masih berproses untuk penetapan cagar budaya oleh pihak pemerintah. Bahkan dari pihak Kodam III Siliwangi sudah melakukan observasi ke lokasi yang memang menurutnya banyak memiliki bukti sejarah kemiliteran Jepang tersebut.

"Pada tanggal 7 Januari 2020 lalu seorang utusan Pangdam III Siliwangi. Yakni Mayor Kav. Eko Saiful Rahman dan Tim dari Bintal Kodam III Siliwangi atau Museum Manggala Wangsit Siliwangi telah melakukan observasi ke lokasi kawasan cagar budaya Kota Hiroshima 2 dan Gunung Kekenceng atas instruksi dari Pangdam III Siliwangi," jelas Tedi.

"Sedangkan kawasan cagar budaya Kota Hiroshima 2 dan Gunung Kekenceng sudah diregistrasi online di Direktorat Kebudayaan Kemendikbud RI," sambung dia.

Lebih jauh Tedi menjelaskan pihaknya sudah melaporkan hal itu ke Polres Sukabumi Kota. Ia ingin hal itu diusut karena diduga ada pelanggaran pidana dalam persoalan tersebut.

"Oleh karena itu, saya Tedi Ginanjar selaku Ketua di Yayasan Cagar Budaya Nasional Pojok Gunung Kekenceng dan Ketua Pelaksana Penghijauan Gunung Kekenceng pada tahun 2012 dan 2013 meminta kepada Ibu Kapolres Sukabumi Kota beserta jajarannya agar menindak secara tegas perihal parusakan tanam dan lingkungan di Gunung Kekenceng, sekaligus mengamankan tinggalan arkeologi situs pertahanan TKR Resimen III Sukabumi Batalyon 3 pimpinan Kapten Anwar yang sedang diteliti dan dikaji oleh ahlinya, karena tinggalan arkeologi tersebut merupakan bagian dari rangkaian sejarah Perang Konvoy Bojong Kokosan atau Hari Juang Siliwangi," pungkas dia.

Dihubungi terpisah, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni membenarkan soal adanya pelaporan terkait hal itu. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Ada sudah dilaporkan, kita masih lidik," singkat Sumarni.

Simak juga 'Naik Trail, Bupati Sukabumi Cek Lahan Pembangunan Jalan':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mud)