Bocah Korban Pembacokan Pria Pangandaran Sudah Dioperasi di RSHS

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 04 Apr 2021 15:21 WIB
RSHS Bandung
RSHS Bandung (Foto: Muklis Dinillah)
Pangandaran -

Putri Yasmin, bocah berusia lima tahun yang menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh Karim (52, penjahit yang tiba-tiba mengamuk di Pasar Wisata Pangandaran telah menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Penanganan anak tersebut melibatkan tujuh dokter spesialis, mereka adalah dokter spesialis bedah mulut, drg. Eka Marwansyah Oli'i; bedah Anak, dr. Kurniawan Oky; anestesi, dr Ricky Aditya dan dr Hana Nur Ramila.

Lalu dokter bedah plastik, dr. Almahitta Cintami Putri; bedah orthopaedi, dr. Realita Malik; dan dokter anak, dr. Mia Milanti Dewi.

"Alhamdulillah operasinya lancar. Pasiennya sudah di ruang rawat anak HCU Kenanga," ujar Eka Marwansyah, salah satu dokter yang menangani operasi Putri Yasmin saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (4/4/2021).

Eka mengatakan, pemulihan Putri Yasmin bisa memakan waktu empat hingga delapan minggu.

"Jadi kemarin untuk luka yang di kulitnya sudah dikerjakan oleh rekan bedah plastik itu rencananya nanti hari ke-5 akan buka jahitan. Sedangkan untuk tulang rahangnya kita kunci rahangnya nanti selama 2 minggu," tuturnya.

Selama menjalani perawatan di RSHS Bandung, pihak keluarga korban mendapatkan pendampingan dari Tim Jabar Quick Response (JQR). Tak hanya itu, Bupati Pangandaran menjadi penjamin untuk pembiayaan perawatan.

Sebelumnya, Direktur RSUD Pandega Pangandaran Asep Kemal Pasha mengatakan pihaknya terpaksa merujuk Putri Yasmin ke RSHS.

"Pasien harus menjalani operasi bedah mulut, bahkan harus menjalani operasi plastik," kata Asep Kemal, Kamis (1/4/2021).

Asep Kemal memaparkan luka yang dialami anak berparas cantik itu cukup mengerikan. Bagian mulutnya robek hingga ke bagian rahang. Diduga bukan sekali dia dibacok di bagian mulut, karena lukanya seperti tercabik-cabik.

"Jika melihat lukanya itu bukan sekali tebas, tapi berkali-kali." Dicacag" kalau orang Sunda bilang," kata Asep Kemal.

Rahang bocah imut itu kata Asep Kemal putus. "Giginya copot, tapi terlepas dengan penyangganya, karena rahangnya patah," kata Asep.

Derita Putri tak hanya itu, lengannya pun mengalami luka tebas dan nyaris putus. "Kami sedang berusaha memberikan pengobatan. Mohon doanya mudah-mudahan bisa cepat sembuh," kata Asep Kemal.

Diberitakan sebelumnya, Karim (52) berulah. Lelaki tersebut membacok lima orang tetangganya. Salah satu korban masih bocah. Pelaku pun nekat membakar empat rumah warga setempat di Kabupaten Pangandaran.

Polisi tak diam. Karim ditembak polisi di tengah kepanikan suasana kebakaran. Petugas menembak mati pelaku yang bersembunyi di atap rumah.

"Tersangka terpaksa dilumpuhkan karena tidak mengindahkan tiga kali tembakan peringatan yang kami berikan," kata Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadhi, Rabu (31/3).

Dalam insiden itu, terdapat empat korban lainnya dari Karim. Mereka adalah Dewi Yasmin (36), ibu dari Putri. Ibu dan anak itu merupakan tetangga pelaku.

Korban ketiga adalah Nurohmah alias Nunung (36) yang juga merupakan tetangga korban. Korban Nurohmah adalah pemilik warung sekaligus rental playstation.

Korban keempat dan kelima yaitu Bintang alias Dacu (16) dan Ryan Destiansyah (21) warga Pangandaran Timur yang tengah bermain playstation di tempat Nurohmah.

Lihat juga Video: Gerombolan ABG Keroyok-Bacok Juru Parkir di Subang

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mud)