Detik-detik Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Cimenyan Bandung

Muhammad Rizal - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 16:33 WIB
Detik-detik angin puting beliung rusak ratusan rumah di Bandung
Detik-detik angin puting beliung rusak ratusan rumah di Bandung (Foto: Muhamad Iqbal)
Bandung -

Heri Darul Hermawan (63) menjadi salah satu korban selamat akibat terpaan angin puting beliung di RW 03 Kampung Cihalarang, Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Ia melihat, ada dua angin puting beliung yang memporak-porandakan kampungnya.

Kemarin (28/3), Heri yang sedang berada di rumahnya melihat awan hitam pekat dari arah utara rumahnya. Saat itu, angin pun sedang kencang-kencangnya menerjang perkampungannya. Ia tidak mengira, bahwa yang dianggapnya awan adalah angin puting beliung.

"Awalnya ada gemuruh, dari jauh teh hideung pisan (hitam sekali). Disangka bapa hujan. Tahu-tahu udah jatuh pohon-pohon teh," kata Heri saat ditemui detikcom di reruntuhan rumahnya.

Lanjut Heri, ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya ketika angin puting beliung mengarah ke rumahnya. Namun, ia justru tertimpa material rumah.

Ia pun mencoba lari dari terpaan puting beliung tersebut. Ia berusaha keras memegang tiang kayu yang menjadi pondasi rumah agar tidak terbawa oleh puting beliung.

"Saya langsung keluar. Saya lihat anginnya muter-muter di jalan depan rumah saya. Saya mikirnya udah ke mana - mana, saya coba pegang kayu rumah," tutur Heri.

"Ada kaya percikan api di dalam puting beliung-nya," lanjutnya.

Angin puting beliung menerpa rumahnya selama hampir 10 menit. Setelah angin itu pergi, ia pun mengamankan diri ke rumah tetangga sembari melihat keadaan.

Pengalaman serupa dialami Elay, rumahnya yang berada lebih tinggi dibanding rumah lainnya melihat langsung dua puting beliung datang dari arah utara dan selatan. Puting beliung dari arah selatan merusak rumahnya hingga rata.

"Ada dua angin. Dari utara sama selatan. Saya ngeliat yang dari selatan datang ke rumah. Saya sama keluarga langsung kabur, sembunyi di selokan," tutur Elay.

Elay pun menuturkan, angin yang berasal dari dua arah berlawan itu pun saling bertabrakan dan menjadi satu. Dari situlah, menurutnya, kerusakan terjadi lebih parah di kampung tempatnya tinggal.

"Jadi satu kang, makanya di sini jadi yang lebih parah. Udah jadi satu, anginnya naik lagi ke atas, terus hilang," kata Elay.

Selain rumahnya, gudang semai serta green house miliknya pun rata diporak-poranda oleh puting beliung. Selain itu, kendaraan roda empat milik tamunya pun rusak akibat tertimpa pohon yang tumbang.

Hal itu dibenarkan oleh data yang dirilis oleh BPBD. Di mana RW 03 Kampung Cihalarang, Desa Mekarsaluyu menjadi daerah dengan rumah rusak terbanyak dibanding daerah lainnya dengan total 109 rumah.

Saat ini, warga dan ratusan relawan terus berdatangan ke lokasi bencana. Mereka membantu mengevakuasi barang-barang milik warga dan membersihkan puing-puing material rumah warga yang terbawa puting beliung.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan, data sementara pada Senin (29/3/2021) sampai pukul 09.00 WIB ada ratusan rumah di tiga desa yang terdampak akibat angin puting beliung.

"Data yang sudah masuk, untuk Desa Mekarsaluyu, ada 159 rumah, di desa Cimenyan ada 139 rumah. Sementara Desa Ciburial masih dalam pendataan," kata Akhmad saat meninjau lokasi bencana di Kampung Cihalarang, Desa Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin (29/3/2022).

Tonton juga Video: Puting Beliung di Perairan Barru Picu Kepanikan Nelayan

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)