Kaget Ada Sindikat Pemalsu Girik di Serang, Sofyan Djali: Rapih Sekali

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 19:54 WIB
Sofyan Djalil kaget ada pemalsuan dokumen garik di Banten
Sofyan Djalil kaget ada pemalsuan dokumen garik di Banten (Foto: Bahtiar Rifa'i)
Serang -

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil merasa kaget dengan adanya sindikat pemalsuan girik di Provinsi Banten. Apalagi, setelah ia melihat barang bukti yang ditunjukan oleh jajaran Polda Banten di Serang.

"Rapih sekali, jadi dari modal 12 juta mendapatkan girik ini," kata Sofyan saat diperlihatkan tumpukan barang bukti sindikat pemalsu tanah di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Serang, Jumat (26/3/2021).

Sofyan memang langsung datang ke Mapolda Banten untuk melihat sindikat pemalsu girik ini secara langsung. Ia diperlihatkan dan diberi penjelasan oleh satgas mafia tanah dan Polda Banten mengenai pemalsuan girik itu.

"Saya datang memberi apresiasi tim di Banten yang telah membongkar pelaku penipuan atau pemalsuan girik. ini adalah persoalan tanah salah satunya girik palsu," ujarnya.

Menteri Sofyan mengatakan bahwa dengan modal girik ini orang bisa saja datang ke BPN dan mengaku-ngaku memiliki tanah dan meminta dibuatkan sertifikat. Atau ada saja mafia yang memanfaatkan tanah dan membuat girik palsu. Makanya, sering ada keluhan di tengah warga.

"Ini pemerintah ingin memerangi mafia tanah dengan tujuan tata tertib tanah lebih baik. Ini mafia tanah di hilirnya, hulunya adalah dengan mendaftarkan tanah. Makanya ATR BPN melakukan PTSL (pendaftaran tanah sistematis lengkap," terangnya.

Makanya, pemerintah sendiri mendukung adanya pendaftaran resmi dan mendapatkan sertifikat. Sudah ada 30 juta sertifikat katanya yang terbit oleh BPN melalui program itu. Jika tanah warga sudah bersertifikat, makanya ke depan dokumen girik ini tidak bisa digunakan.

"Girik ini tidak bisa lagi manfaatnya untuk dipalsukan," katanya.

Ia juga menekankan soal jika ada mafia tanah di lingkungan BPN. Menteri berkomitmen akan mengambil langkah tegas bagi oknum-oknum yang merugikan apalagi terlibat dalam urusan mafia tanah.

"Kalau ada petugas BPN yang terlibat kami akan ambil tindakan administrasi keras, kami terus perbaiki SOP nya administrasi fit and proper tes untuk yang diangkat dan kalau ada indikasi BPN, ada yang dipecat ada yang diturunkan pangkat, tapi dalam organisasi besar ada satu dua pasti ada yang tidak baik," tegasnya.

Sebelumnya, Dirreskrimum Polda Banten Kombes Martri Sonny menetapkan tersangka sindikat pemalsu girik atas inisial MR (55) berlatar belakang pensiunan honorer di KPP Pratama Serang, CS (38) dan AD (46) keamanan di KPP Pratama Serang dan S (55) mantan honorer di salah satu kecamatan di Serang.

"Modusnya mencari keuntungan pribadi. Setelah ada permohonan ingin membuat girik palsu, dibuatkan oleh yang bersangkutan beserta jaringannya," ujar Martri pada Kamis (25/3).

Penangkapan sindikat ini berkat laporan dari warga pemilik tanah yang diberi tahu bahwa MR dan sindikatnya bisa membuat girik. Warga itu mengaku bahwa ia menguasai tanah dan SPPT (surat pemberitahuan pajak terhutang) namun giriknya hilang. Ia diketemukan dengan sindikat ini dan diminta imbalan Rp 12 juta agar dibuatkan girik.

Setelah girik tersebut jadi, dan dicek pemilik ke kantor desa, rupanya palsu dan tidak terdaftar di dokumen desa. Merasa ditipu, warga tersebut kemudian melaporkan ke Polda Banten pada Senin (22/3) lalu.

(bri/mud)