Setukpa Polri Sukabumi Siap Gelar Pendidikan Tatap Muka Juli 2021

ADVERTISEMENT

Setukpa Polri Sukabumi Siap Gelar Pendidikan Tatap Muka Juli 2021

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 08:52 WIB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan demi mencegah COVID-19 di Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi.
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Sempat menjadi klaster COVID-19 pada awal April 2020, Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri di Kota Sukabumi siap mendukung rencana pemerintah yang akan kembali menggelar pendidikan secara tatap muka pada Juli 2021.

Kasetukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto memastikan lembaga yang dipimpinnya itu siap menjadi pelopor pendidikan tatap muka yang sehat, efektif berkualitas untuk mewujudkan postur Polri yang Presisi.

Ia juga mengatakan saat ini tengah melaksanakan program pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-50 TA 2021.

"Jumlah siswanya sangat fantastis, yaitu sebanyak 2.016 orang dari berbagai wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para siswa tersebar di enam Satuan Pendidikan di antaranya Setukpa sebanyak 1017, Diklat Reserse 328, Pusdik Binmas 208, Pusdik Brimob 214, Pusdik Min 57 dan Pusdik Intelijen 192," kata Mardiaz melalui rilis yang diterima detikcom, Jumat (26/3/2021).

Dia menjelaskan untuk proses dan semua operasional pendidikan terpusat di Setukpa Polri Sukabumi dengan waktu selama enam bulan.

"Pendidikan SIP angkatan 50 TA 2021 ini dilaksanakan dengan perencanaan yang sangat matang dengan memedomani protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19," ungkapnya.

Sejak perencanaan penyusunan program pendidikan, Setukpa sendiri sudah mempersiapkan tahapan-tahapan untuk dapat menyelenggarakan pendidikan SIP secara tatap muka di tengah masih maraknya pandemi COVID-19 saat ini.

Mardiaz memaparkan tahapan awal dimulai dengan penyiapan piranti lunak yang berupa SOP penyelenggaraan pendidikan SIP di masa pandemi COVID-19 yang berkaitan dengan operasional pendidikan.

Setelah itu penyiapan sumber daya manusia (SDM). Selain peningkatan kemampuan, yang lebih utama adalah penyiapan kesehatan semua personel dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan berkala dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

"Dari 549 personel 92% di antaranya sudah melaksanakan vaksinasi dosis 1 dan 2. Adapun sisanya sudah dijadwalkan pada akhir Maret ini. Kemudian sarana dan prasarana, kami siapkan betul, mulai dari penataan seluruh ruangan, sterilisasi seluruh ruangan dan lingkungan secara rutin dengan penyemprotan desinfektan," sebut Mardiaz.

Simak juga 'Sebanyak 23 Sekolah di Solo Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mso)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT