Terapkan e-TLE, Kapolda Jabar Minta Warga Lebih Disiplin Berlalu Lintas

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 13:50 WIB
Pemasangan kamera tilang elektronik atau E-TLE diperluas. Kali ini kamera e-TLE yang dipasang di Jalan Gajah Mada, Jakarta, siap memantau pengendara yang melanggar lalu lintas.
Ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom).
Bandung -

Penerapan tilang elektronik atau e-TLE diberlakukan di Bandung. Untuk tahap awal, selama beberapa pekan masih dilakukan sosialisasi.

"Masih terus kita lakukan sosialisasi tapi yang jelas bantuan media dan medsos respons masyarakat bagus. Artinya kita ke depan optimis dengan penerapan e-TLE tingkat kesadaran warga masyarakat dalam berlalu lintas mudah-mudahan nanti juga akan semakin meningkat," ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (25/3/2021).

Dofiri menuturkan sejak diberlakukannya e-TLE ini, dia mengklaim terjadi perubahan cukup signifikan. Namun, dia belum mengetahui jumlah pengendara yang terekam kamera CCTV melanggar lalu lintas di jalan.

"Saya belum cek. Saya kira sangat signifikan sekali," tutur dia.

Dalam kesempatan itu, Dofiri mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas. Dengan adanya e-TLE, dia berharap masyarakat lebih disiplin.

"Yang penting adalah bagaimana warga masyarakat disiplin berlalu lintas karena bagaimanapun berlalu lintas merupakan kebutuhan kita bersama, selamat itu kebutuhan kita bersama warga masyarakat. Jangan takut karena ada e-TLE. Yang lebih penting berlalu lintas jalan raya bukan hanya menyelamatkan diri kita tapi juga keselamatan orang lain tanggung jawab bersama," ujar dia.

Sebelumnya, Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai diberlakukan di Kota Bandung. Total ada 21 titik yang dipasang kamera pengawas untuk pemberlakuan mekanisme tilang elektronik ini.

Adapun 21 titik yang dipasang kamera pengawas itu antara lain:

1. Simpang Pasteur (Jalan Dr. Djunjunan, Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo)
2. Simpang Pasteur (Jalan Dr. Djunjunan, Sukagalih, Kecamatan Sukajadi)
3. Simpang Pasteur (Jalan Dr. Djunjunan, Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo)
4. Simpang Dago-Cikapayang (Jalan Ir. Djuanda, Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong)
5. Simpang Dago-Cikapayang (Jalan Ir. Djianda, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan)
6. Dimpang Surapati-Pahlawan (Jalan PHH. Mustofa, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul)
7. Simpang Surapati-Pahlawan (Jalan Surapati, Sukaluyu, Kecamatan Ciebunying Kaler)
8. Simpang Ahmad Yani-Riau (Jalan Jenderal Ahmad Yani, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung)
9. Simpang Ahmad Yani-Riau (Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kacapiring, Kecamatan Batununggal)
10. Simpang Pelajar Pejuang-Turangga (Jalan Pelajar Pejuang, Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong)
11. Simpang Pelajar Pejuang-Turangga (Jalan Pelajar Pejuang, Turangga, Kecamatan Lengkong)
12. Simpang Asia Afrika-Otista (Jalan Otto Iskandar Dinata, Braga, Kecamatan Sumur Bandung)
13. Simpang Asia Afrika-Otista (Jalan Asia Afrika, Braga, Kecamatan Sumur Bandung)
14. Simpang Lima Kosambi (Jalan Sunda, Paledang, Jalan Kecamatan Lengkong)
15. Simpang Pasir Koja-Soekarno Hatta (Jalan Soekarno Hatta, Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay)
16. Simpang Pasir Koja-Soekarno Hatta (Jalan Soekarno Hatta, Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay)
17. Simpang Buahbatu-Soekarno Hatta (Jalan Soekarno Hatta, Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul)
18. Simpang Buahbatu-Soekarno Hatta (Jalan Soekarno Hatta, Cijagra, Kecamatan Lengkong)
19. Simpang Kiaracondong-Bypass (Jalan Nasional III, Kecamatan Kiaracondong)
20. Simpang Gedebage (Jalan Soekarno Hatta, Babakan Penghulu, Cinambo)
21. Cibiru (Jalan Soekarno Hatta, Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan)

(dir/mso)