Minyak Jelantah Bisa Ditabung Jadi Uang di Bank Sampah Ciamis

Dadang Hermansyah - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 10:26 WIB
Bank sampah minyak jelantah di Ciamis
Bank sampah minyak jelantah di Ciamis (Foto: Dadang Hermansyah)
Ciamis -

Upaya penanganan sampah dan limbah di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus dilakukan. Seperti optimalisasi bank sampah Ciamis yang tidak hanya sampah plastik saja yang bisa ditabung, tapi juga minyak bekas atau minyak jelantah pun bisa jadi rupiah.

Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis gencar berinovasi dalam menangani sampah dan limbah. Selain itu juga bisa memberdayakan masyarakat desa untuk mengelola sampah menjadi penghasilan untuk membantu keluarga.

Sekadar diketahui, di Ciamis usaha kecil mikro yang bergerak pada makanan ringan cukup banyak. Seperti kerupuk, makaroni dan camilan lainnya yang digoreng. Tentunya itu menimbulkan potensi limbah minyak yang cukup banyak.

Mengantisipasi pembuangan limbah minyak ini ke sungai yang bisa mengakibatkan pencemaran. Pemkab Ciamis mengimbau warga untuk mengumpulkan minyak jelantah di jerigen lalu kemudian disetorkan ke bank sampah Ciamis untuk ditabung.

"Jadi bukan hanya plastik dan sejenisnya yang bisa ditabung di bank sampah. Tapi minyak jelantah juga bisa ditabungkan dan menghasilkan uang. Jadi sehabis masak, ibu-ibu jangan membuang minyaknya apalagi ke kolam atau ke tanah sebaiknya disimpan nanti kalau sudah banyak disetor," ujar Giyatno, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Ciamis, Selasa (23/3/2021).

Giyatno menuturkan inovasi ini adalah untuk melindungi lingkungan dari pencemaran minyak. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang membuang minyak jelantah ini ke sungai, kolam dan tempat sembarangan lainnya.

"Kalau dibuang ke sungai kan dapat terjadi pencemaran sehingga habitat sungai itu terancam. Juga limbah minyak ini dapat membuat lingkungan menjadi kotor," katanya.

Minyak jelantah bisa ditabung ke bank sampah Ciamis, kemudian pihak bank akan mengirimnya ke pabrik pengolahan. Minyak jelantah ini dimanfaatkan menjadi bahan bakar sejenis biodiesel.

"Kami bekerja sama dengan pabrik, minyak jelantah ini dimanfaatkan bahan bakar. Masyarakat diharapkan turut berpartisipasi dalam mengatasi sampah dan limbah agar kebersihan lingkungan terjaga," katanya.

Giyatno menjelaskan sejak 3 tahun pencanangan bank sampah, saat ini sekitar 70 persen desa di Ciamis punya bank sampah atau 215 unit bank sampah. Tahun 2025 ditargetkan 100 persen desa di Ciamis telah mempunyai bank sampah. Hal ini untuk mendukung program nasional bersih sampah 2025.

Simak juga 'Wisata Situ Wangi di Ciamis Bakal Ditata, Anggaran Capai Rp 15M':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)