Oded Akui Program Chickenisasi Terhenti Sementara Imbas COVID-19

Wisma Putra - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 15:51 WIB
Pemkot Bandung memulai progam chickenisasi atau bagi-bagi ayam pada pelajar untuk cegah kecanduan gadget.
Program chickenisasi terhenti akibat pandemi (Foto: Mochamad Solehudin)
Bandung -

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan program Chickenisasi terhenti sementara waktu karena pandemi COVID-19.

Oded menyebut, jika Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali digelar, program itu akan kembali di lanjutkan.

"Insyaallah, ini berhenti karena COVID-19," kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Senin (22/3/2021).

Seperti diketahui, program ini diluncurkan beberapa waktu lalu sebagai solusi agar anak-anak terhindar dari penggunaan gadget.

Meski tidak berjalan kepada anak sekolah, program ini berjalan dalam program Buruan SAE dan Urban Farming.

"Sekarang berjalan, tapi tidak ke anak-anak tapi ke perorangan, orang tua berjalan," ujarnya.

Oded mengimbau, kepada para orang tua agar mengawasi anaknya dalam penggunaan gadget.

"Memang namanya anak-anak, saya minta kepada orang tua dan kita semua yang telah dewasa tolong jaga. Jangan sampai anak kita kesurupan gadget," jelas Oded.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, Program Chickenisasi saat ini terkendala oleh pandemi COVID-19

"Kemarin pada tahap pertama, sebetulnya sudah kita siapkan untuk tahap berikutnya. Cuman pas mau digulirkan ketemu sama pandemi, jadi sulit untuk mengkoordinasikan dengan anak-anak karena harus ada pendampingan dan sosialisasi," kata Gin Gin via sambungan telepon. Minggu, (21/3) kemarin.

Gin Gin juga akan kembali berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung untuk membahas kembali keberlanjutan program ini.

"Kita koordinasikan sama Disdik, sementara Disdik menunda dulu, padahal dari sisi chicken atau DOC sudah kita siapkan. Enggak tahu pas nanti normal kembali pas tatap muka (dilanjutkan lagi)," ujarnya.

Meski program ini terkendala karena pandemi COVID-19, Gin Gin menyebut DOC untuk program ini digunakan di program Urban Farming yang dimana DOC tersebut disalurkan langsung kepada warga.

"DOC kita kemarin siapkan indukan, sudah banyak DOC, cukup untuk anak sekolah. Karena ditunda, DOC nya diberikan kepada kelompok Urban Farming dan Buruan Sae," jelasnya.

(wip/mud)