Ada PPKM, Gubernur Banten Perpanjang PSBB hingga 18 April

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Minggu, 21 Mar 2021 20:40 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Serang -

Gubernur Banten Wahidin Halim memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari 20 Maret hingga 18 April 2021. PSBB diberlakukan bersamaan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM mikro oleh pemerintah pusat.

PSBB ini adalah perpanjangan ketujuh kalinya dilakukan oleh gubernur. Ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 443/Kep.70-Huk/2021 dan ditandatangani oleh Wahidin pada 19 Maret 2021.

"Alasan perpanjangan PSBB karena masih ditemukan COVID-19, temuan tersebut diperoleh setelah pemprov melakukan evaluasi penanganan COVID-19," kata Wahidin sebagaimana keterangan tertulis kepada wartawan di Serang, Minggu (21/3/2021).

Perpanjangan ini pun tidak berbeda pada tiap diktum keputusan gubernur sebelumnya. Bahwa aturan dilakukan selama 30 hari dan bisa diperpanjang jika masih ditemukan virus. Setiap kabupaten kota pun tetap melaksanakan aturan ini.

Pemerintah pusat sebelumnya pun memperpanjang PPKM hingga 5 April untuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur dan Bali, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Utara. PPKM juga berlaku untuk lima daerah baru yaitu Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

"Perpanjang, sampai 2 minggu, sampai 5 April," kata Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kemendagri, Syafrizal saat dihubungi pada Jumat (19/3) lalu.

Perluasan PPKM mikro karena lima daerah tambahan di atas mengalami peningkatan kasus Corona dan masuk dalam indikator daerah menjadi prioritas penanganan COVID-19.

"Karena (PPKM Mikro) bagus menurunkan angka-angka maka diperluas maka angka-angka statistik yang ada di provinsi itu juga ikut turun. Dan di antara 4 indikator salah satu pasti kena," kata Syafrizal.

PPKM mikro sejauh ini pun dinilai berjalan lancar. Hanya ada kendala khususnya terkait dana desa yang belum cair.

"Sejauh ini lancar walaupun sebenarnya ada dana desa yang belum cair untuk digunakan untuk PPKM mikro tapi diatasi gotong-royong sementara sambil menunggu dana desa untuk PPKM turun. Sejauh yang kita pantau lancar," ujarnya.

(bri/mud)