Ganggu Kenyamanan, 60 Motor Berknalpot Bising Diamankan Polisi Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 19:02 WIB
Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif
Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Puluhan motor berknalpot bising diamankan aparat kepolisian di Sukabumi. Motor tersebut diamankan karena dinilai mengganggu kenyamanan warga.

Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah pihaknya banyak mendapat aduan dari warga.

"Jadi begini kita ini sayang kepada masyarakat Sukabumi, yang ingin istirahat yang nyaman dengan suara yang enak, udara yang enak, suasana yang enak, dan knalpot bising ini salah satu yang mengganggu kenyamanan masyarakat," kata Lukman kepada awak media, Rabu (17/3/2021).

Karena banyaknya keluhan tersebut, Lukman memerintahkan jajaran baik ditingkat Polres maupun Polsek untuk mengintensifkan razia knalpot bising.

"Seluruh jajaran, saya juga memerintahkan Kabag Ops Polres Sukabumi untuk memimpin operasi razia knalpot bising tersebut. Dasar kami banyak masyarakat yang mengeluh terhadap kami, pak knalpot bisingnya sangat mengganggu, akhirnya kami melaksanakan kegiatan penertiban knalpot bising. Nah ini juga merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat yang tanda kutip senang dengan otomotif kalau mau memang menggunakan knalpot racing maka pergunakan di tempat balap bukan di jalan raya," ucap Lukman.

Untuk ukuran atau jenis knalpot bising, Lukman mengatakan ketika suara knalpot tersebut memekakkan telinga dan mengganggu pendengaran maka jenis tersebut yang akan dirazia oleh personelnya.

"Sementara ini kita menertibkan knalpot bising yang memekakkan telinga, yang mengganggu, karena kita juga sampai sekarang apabila kita berdiri melihat dan mendengar knalpot yang memekakkan telinga tentunya itu sangat mengganggu. Yang sudah diamankan sekitar 60 kendaraan roda dua yang kedapatan menggunakan knalpot bising," jelas Lukman.

"Kita tidak bisa dan tidak boleh juga menyasar toko toko yang berjualan knalpot racing, karena dia punya hak juga untuk berjualan. Namun kita mengimbau kepada teman-teman yang memiliki toko otomitif yang menjual atau toko modifikasi motor agar selektif dalam menjual, tidak kepada orang orang yang memang yang motornya spesifikasinya di pakai untuk keseharian," sambungnya.

Untuk motor yang diamankan, Lukman meminta pemiliknya untuk mengganti ke knalpot standar. Untuk yang tidak ada surat-suratnya maka akan diserahkan penanganannya ke Satreskrim Polres Sukabumi. "Tujuan kita sebenarnya ingin mengedukasi masyarakat," pungkasnya.

(sya/mso)