Warga Lebak Tagih Janji Jokowi Perbaiki Jembatan Putus Akibat Banjir 1 Tahun Lalu

Bahtiar Rifa - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 18:14 WIB
Kondisi jembatan sementara di Desa Ciladaeun, Lebak Gedong, Kabupate  Lebak
Foto: Kondisi jembatan sementara di Desa Ciladaeun, Lebak Gedong, Kabupaten Lebak (Bahtiar Rifa'i/detikcom).
Lebak -

Warga Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak menagih janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membangun jembatan yang putus akibat banjir bandang pada awal tahun 2020 lalu. Sampai saat ini, jembatan permanen itu sudah setahun lebih putus.

Jembatan Muhara merupakan akses utama menuju kawasan wisata Gunung Luhur atau Negeri di Atas Awan, desa adat Citorek. Jembatan ini membelah Sungai Ciberang dengan hulu di Gunung Halimun Salak dan jadi pertemuan Sungai Ciladaeun. Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan karena hanya dibangun seadanya.

Tokoh masyarakat setempat bernama Sayuti mengatakan jembatan Muhara dulu adalah akses utama di Lebak Gedong dengan panjang kira-kira 65 meter. Jembatan ini satu-satunya yang bisa dilewati mobil umum dan motor.

Begitu banjir bandang, dibangunlah jembatan sementara oleh Dinas Pekerjaan Umun. Namun sampai saat ini, jembatan sementara itu selalu rusak jika arus sungai besar. Warga selalu kesulitan untuk melintas belum lagi sering terjadi kecelakaan.

Saat Jokowi datang pada awal 2020 lalu, warga memang tahu presiden menjanjikan akan memperbaiki jembatan rusak akibat banjir dengan memerintahkan jajarannya. Tapi, sampai saat ini menurutnya rencana itu belum terealisasi.

"Katanya itu mau bikin 4 bulan mau kelar lagi. waktu di Banjar itu pak Jokowi (janji), sampai sekarang belum ada lagi. Katanya empat bulan," kata Sayuti ditemui di Lebak Gedong, Lebak, Banten, Senin (15/3/2021).

Warga pun menagih janji Jokowi tersebut. Apalagi, saat air meluap warga sering tidak bisa melewat. Ditambah jika hujan, kendaraan yang melintas sering jatuh akibat licin.

"Mobil aja sudah 7 mobil potong (patah) as (roda) mobil truk semua. Kalau jatuh (warga) banyak tapi belum ada yang korban (jiwa)," ujarnya.

Warga mendengar bahwa jalan di Lebak Gedong dan Jembatan Muhara rencananya akan dibangun tahun ini. Jalan sendiri memang diakui bahwa itu jadi kewenangan Provinsi Banten.

"Katanya bulan empat tahun ini, teuing (enggk tau) jembatan, teuing (enggak tau) jalan," ujarnya.

Warga lain bernama Dana menggambarkan, Jembatan Muhara adalah akses utama warga. Musim hujan katanya jadi waktu paling sulit bagi warga karena jembatan yang putus dan harus mencari akses lain.

"Kalau hujan orang sulit, kakeum (terendam) itu jembatan (sementara), enggak bisa lewat sehari dua hari," ujarnya.

Tonton juga Video: Jembatan Ambruk di Lumajang, Aktivitas Warga Terganggu

[Gambas:Video 20detik]



(bri/mso)