Unpar Siap Gelar Kuliah Tatap Muka, Asal Mahasiswa Jalani Vaksinasi

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 11:59 WIB
Ilustrasi vaksinasi
Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim
Bandung -

Universitas Katholik Parahyangan (Unpar) merespons pernyataan Kemendikbud mengenai perkuliahan tatap muka. Rektor Unpar Mangadar Situmorang menyatakan, kampus siap gelar tatap muka jika sebagian besar mahasiswa telah divaksinasi COVID-19.

"Juli 2021 Insya Allah kita bisa. Bisa kita lakukan dengan luring (luar jaringan), tapi dengan syarat herd immunitynya sudah tercapai. Mahasiswa kita pun, kalau kita sebut puluhan ribu paling tidak tujuh ribuan sudah mendapat vaksin di tempat asal mereka masing-masing," kata Mangadar kepada detikcom, Senin (15/3/2021).

Lebih lanjut, pihaknya juga melakukan perhitungan terkait wacana kuliah tatap muka tersebut. "Estimasi yang bisa kita proyeksikan mengapa Juli? Kita memperkirakan bahwa setidak-tidaknya yang kita sebut herd immunity itu sudah tercapai, 70 persen dari komunitas itu sudah mendapatkan vaksinasi," sambungnya.

Namun, kata dia, situasi di Kota Bandung pun menjadi salah satu pertimbangan. Apalagi, mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Unpar tidak hanya berasal dari dalam kota saja tetapi juga luar Kota Bandung.

"Mereka tinggal dengan komunitas masyarakat di sini, kita juga sama kepentingannya supaya mereka tidak menjadi carrier, mahasiswa kepada masyarakat. Jadi itu pun harus kita cermati," tuturnya.

Saat ditanya mengenai vaksinasi bagi tenaga pendidikan, dosen, hingga mahasiswa, Mangadar mengatakan, sejauh ini vaksinasi bagi tenaga pendidikan dan dosen masih didistribusikan secara bertahap.

"Untuk pegawai unpar sendiri kita menempuhnya lewat dua jalur. Lewat kemendikbud yang sejak Februari sudah mendaftarkan dosen dan kopertais. Yang kedua, jalur terbuka lewat Kemenkes. Jalur mana pun yang tersedia kita akan manfaatkan itu," katanya.

Sementara bagi mahasiswa, dia mengatakan sejauh ini belum ada ketentuan yang mengatur penyaluran vaksinasi tersebut. "Karena belum ada program khusus. Yang pasti, yang kita inginkan saat mereka datang ke kampus berharap mereka sudah divaksinasi. Jadi ini pun perlu prioritas," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Prof. Nizam menyampaikan sejak 2021 pimpinan perguruan tinggi dapat mengizinkan perkuliahan tatap muka sesuai protokol kesehatan. Hal tersebut sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

"SKB Empat Menteri yang telah diumumkan pada November 2020 menyebutkan bahwa pimpinan perguruan tinggi dapat mengizinkan aktivitas mahasiswa di kampus jika memenuhi protokol kesehatan dan kebijakan Dirjen Dikti," kata Prof. Nizam, dalam keterangannya, Senin (8/3/2021).

Adapun kebijakan itu ada di dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021.

(mso/mso)