ADVERTISEMENT

Konvoi Motor-Resahkan Warga, Belasan Remaja di Bandung Diamankan Polisi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Minggu, 14 Mar 2021 21:00 WIB
Belasan remaja diamankan polisi di Bandung.
Foto: Belasan remaja diamankan polisi di Bandung (Istimewa).
Bandung -

Belasan remaja diamankan polisi. Mereka diamankan usai melakukan aksi konvoi berknalpot bising di Kota Bandung.

Mereka diamankan usai melakukan konvoi keliling Kota Bandung pada Minggu (14/3/2021). Sebelum diamankan, mereka juga terekam kamera CCTV ATCS Bandung.

"Jadi awalnya kita melakukan patroli menindaklanjuti informasi dari masyarakat pengguna jalan yang merasa terganggu maraknya konvoi gerombolan pengendara bermotor," ujar Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP M Rano Hadianto di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.

Berdasarkan informasi yang diterima, kata Rano, gerombolan bermotor tersebut kerap mengganggu pengguna jalan dengan melakukan pengibaran bendera dan mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan.

"Melakukan kegiatan mengganggu ketertiban pengendara lain, mengibarkan bendera, mengendarai motor secara zigzag. Oleh karena itu kami melaksanakan patroli keliling Kota Bandung, di daerah yang disinyalir lokasi yang digunakan para pengendara yang menjalankan tidak wajar," tuturnya.

Polisi melakukan penelusuran dibantu juga dengan pemantauan CCTV ATCS. Mereka pun kemudian ditemukan di kawasan Jalan Banda. Mereka dibawa dan dilakukan penilangan.

"Ada 10 kendaraan, kemudian pengemudi dan yang bonceng 15 orang kita lakukan penilangan selanjutnya kami menyerahkan ke Reskrim dilakukan pendalaman," kata dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang menambahkan mereka yang diamankan ini rata-rata di bawah umur dan masih berusia sekolah.

"Kita interogasi maksud dan tujuan arak-arakan dengan membawa atribut bendera tanda kelompoknya. Tujuan mereka hanya berkumpul melaksanakan foto-foto. Mereka tidak terafiliasi dengan kelompok bermotor yang sudah ada," ujarnya.

Menurut Adanan pihaknya tidak melakukan penahanan karena masih berusia di bawah umur. Mereka pun hanya dilakukan pembinaan.

"Karena masih di bawah umur kami gunakan UU perlindungan anak, kita lebih mengedepankan diversi kekeluargaan," kata dia.

(dir/mso)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT