ADVERTISEMENT

Tanjakan Cae Sumedang: Jalur Maut yang Tewaskan Pengantar Pengantin-Peziarah

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 14:23 WIB
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan bus PO Sri Padma Kencana di Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021). Hingga Rabu (10/3) malam, petugas kepolisian mencatat sebanyak 22 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut dan 28 korban selamat dilarikan ke RSUD Kabupaten Sumedang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan bus PO Sri Padma Kencana di Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Bandung -

Tanjakan Cae di Wado, Sumedang kembali menjadi sorotan setelah terjadi kecelakaan bus yang melibatkan rombongan peziarah dari Cisalak, Kabupaten Subang. 29 Orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Dikutip detikcom dari laman Korlantas Polri, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengakui bahwa lokasi kecelakaan bus pariwisata Sri Padma Kencana amat rawan kecelakaan. "Iya memang di sana sering terjadi kecelakaan, di sana memang harus hati-hati. Jalan ini jalan provinsi tapi kami tetap sediakan lampu PJU-nya, marka jalan, dan sebagainya," ujar Dony.

"Sebenarnya kemarin TNI-Polri dan pihak kecamatan sudah membersihkan ada longsoran, sudah kami atasi sejak kejadian sebelumnya. Tapi terjadi lagi (kecelakaan) di tempat itu lagi, memang harus ada penanganan dan tindakan di Tanjakan Cae ini." ucap Dony.

Sebagaimana dilihat detikcom via Google Maps, jalur Tanjakan Sae Sumedang ini kanan kirinya ditumbuhi pepohonan. Gambar virtual jalan tersebut diambil Google Maps pada Maret 2015.

Lokasi jurang tempat tergulingnya bus yang berangkat dari Pamijahan, Tasikmalaya itu tak begitu jauh dari permukiman warga. Dilihat dari peta jalan melalui Google Maps, terlihat kontur Tanjakan Cae yang berkelok-kelok.

Dari informasi yang dihimpun, Tanjakan Cae ini merupakan rute dari jalur alternatif menuju daerah Pantura (Subang dan sekitarnya) dari wilayah Priangan. Nama Tanjakan Cae berasal dari kata 'cai' atau air dalam Bahasa Sunda, warga sekitar menyebut demikian karena di sana air melimpah dan konon pernah menjadi lokasi peristirahatan raja-raja.

Salah satu rute untuk masuk ke jalur ini adalah dengan melewati Kecamatan Malangbong, di Kabupaten Garut. Ruas jalannya pun sempit dan hanya memiliki dua lajur kendaraan roda empat di lereng Gunung Cakrabuana.

Sementara itu tanjakan atau turunan Cae dimulai dari Desa Cilengkrang, Desa Sukajadi hingga Desa Cikareo Selatan dengan panjang turunan ekstrem dan berkelok sepanjang dua kilometer.

Sebelumnya, kecelakaan maut juga pernah terjadi di Tanjakan Cae pada 23 Juni 2018. Kala itu, bus berpenumpang 38 orang dari rombongan pengantar pengantin mengalami kecelakaan setelah menghantam tiang penerangan jalan umum (PJU).

Bus yang oleng kemudian menerjang tembok rumah warga dan tumpukan tanah, hingga akhirnya bus terguling. Akibat kejadian itu Narisem (50) meninggal di lokasi kejadian dan tujuh penumpang lainnya mengalami luka berat, termasuk sang sopir.

Simak video 'Bus Maut di Sumedang Langgar Prokes Kapasitas dan Belum Uji Kir':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT