Satu Tahun Corona

Karawang di Pusaran COVID-19: Klaster Hipmi-Virus Corona B117

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 14:44 WIB
Di Asia, Negara Mana Saja yang Sudah Temukan Corona B117? Cek di Sini
Foto: infografis detikHealth
Bandung -

Kabupaten Karawang tak bisa dilepaskan dari pusaran COVID-19 di Jawa Barat. Mulai dari klaster Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat di awal pandemi hingga kasus varian baru virus Corona B117 yang terdeteksi di Karawang.

Klaster Hipmi di Awal Pandemi

Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat berlangsung di Swiss Belhotel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, 8 hingga 10 Maret. Sekitar 400 peserta mengikuti acara ini. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hadir dalam acara ini.

Klaster ini diketahui berisi tujuh orang positif COVID-19 hingga 26 Maret 2020. Meski relatif sedikit yang positif COVID-19 yang berhasil diketahui sejak saat itu, namun klaster ini berisi kepala daerah.

Dua pimpinan daerah ada di acara ini, yakni Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, ikut positif Corona.

Sementara itu, dari deretan orang-orang yang hadir di acara tersebut, salah satu pengurus DPD PDIP Jabar Gatot Tjahjono meninggal dunia.


Zona Merah Berminggu-minggu

Kabupaten Karawang masuk ke dalam zona merah atau daerah dengan tingkat kerawanan COVID-19 yang tinggi selama tujuh pekan berturut-turut dari Desember 2020 hingga Januari 2021.

Terdapat 10 kecamatan yang paling banyak menyumbang kasus COVID-19 ialah Kecamatan Tirtamulya,, Tirtajaya, Tempuran, Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, Telagasari, Tegalwaru, Rengasdengklok, Rawamerta dan Purwasari.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Barat (Satgas Jabar) Daud Achmad mengatakan status tersebut disandang lantaran temuan kasus COVID-19 di klaster industri. Sayangnya, sejumlah pengelola industri yang kedapatan pegawainya terpapar COVID-19 tak melaporkan kepada satgas setempat.

Akhir Januari akhirnya Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengunjungi Karawang dan langsung melakukan rapat koordinasi. Menurutnya lonjakan kasus Covid-19 terjadi karena ketidakdisiplinan kalangan industri melaporkan kejadian positif. Pelacakan pun menjadi lambat sehingga penularan cepat bertambah.

Akhirnya pada 8 Februari lalu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengumumkan Karawang keluar dari zona merah. "Alhamdulillah sesuai prediksi, kedatangan kami ke Karawang, Alhamdulillah setelah berminggu-minggu Karawang tidak lagi di zona merah," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (8/2/2021).


Virus Corona B117

Dua warga Karawang terjangkit mutasi baru virus Corona B117. Keduanya terjangkit usai pulang dari Arab Saudi ke tanah air.

Terungkapnya dua warga Karawang terjangkit virus Corona B117 itu bermula dari pernyataan Ridwan Kamil. Gubernur Jawa Barat itu mengungkapkan ada warganya yang terpapar virus baru tersebut.

"Varian baru virus Corona diberitakan sudah ada di Indonesia, masuk di Karawang. Kami sudah melakukan pelacakan dan meminta kalau boleh tim Unpad (Universitas Padjadjaran) untuk meneliti UK B117 ini," ujar Ridwan Kamil di RSP Unpad, Kota Bandung, Rabu (3/3/2021).

Kang Emil sapaannya mengungkapkan ada dua orang yang terjangkit virus tersebut baru pulang dari luar negeri. Asal usul keduanya akhirnya terungkap. Mereka merupakan TKI yang baru pulang ke tanah air dari Arab Saudi.

Data disampaikan Dinkes Karawang, dua orang itu inisial M (40), warga Kecamatan Lemah Abang, dan inisial A (45), warga Kecamatan Pedes. Pihaknya belum mengetahui pekerja M dan A di Arab Saudi.

"Untuk pekerjaannya, kami tidak tahu jelasnya, yang pasti bekerja sebagai TKI di Arab Saudi," kata Plt Kadinkes Karawang Nanik Jodjana, Rabu (3/3/2021).

Nanik menjelaskan dua TKI yang pulang dari Arab Saudi tersebut tiba di Indonesia berbeda hari dan waktu melalui Bandara Soekarno-Hatta. Keduanya menjalani tes PCR. Hasilnya positif terpapar virus Corona B117.

Pihak berwenang kemudian meminta keduanya menjalani karantina di sebuah hotel di Jakarta. "Setelah dites lagi, hasilnya sudah negatif," kata Nanik.

"Jadi B117 ini kasus pertama di Indonesia, berasal dari UK, Inggris, September 2020. Penyebarannya lebih cepat dibanding Corona di Indonesia," ucap Nanik.

Simak video 'Kronologi Varian Virus Corona B117 Masuk ke Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/ern)