Satgas Ungkap Penyebab Pandeglang Masih Zona Orange

Rifat Alhamidi - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 16:55 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona. (Ilustrator: Edi Wahyono)
Pandeglang -

Zona orange masih disandang Kabupaten Pandeglang, Banten. Padahal beberapa wilayah tetangga yaitu Lebak dan Serang sudah memasuki zona kuning saat setahun virus Corona melanda Indonesia. Apa penyebab Kabupaten Pandeglang masih zona orange?

Satgas Penanganan COVID-19 Pandeglang Achmad Sulaeman menjelaskan kondisi tersebut terjadi lantaran Pandeglang belum mengalami nol kasus penyebaran Corona dalam waktu tertentu. Apalagi, angka penyebaran setiap hari tercatat masih menunjukkan penambahan yang signifikan.

"Zona oranya itu karena masih ada penambahan kasus setiap harinya. Sehari itu bisa 10 sampai 30 temuannya," kata Achmad kepada detikcom, Kamis (4/3/2021).

Menurut Sulaeman, faktor itu terjadi lantaran Pemkab Pandeglang sedang gencar melakukan swab test ke beberapa warga. Tadinya, satgas berharap tes tersebut bisa menekan sebaran Corona.

"Tujuannya tadinya begitu, karena Pandeglang itu masih di angka 10 kasus per hari. Tapi ternyata makin banyak kita swab, makin banyak juga ternyata temuan kasusnya. Makanya kita sekarang masuk zona orange," ucap Achmad.

Selain itu, Pemkab Pandeglang juga terkendala pengujian sampel yang bisa membutuhkan waktu hingga satu minggu. Pasalnya, Labkesda Pandeglang belum bisa menguji sampel Corona dan masih mengandalkan uji lab milik Provinsi Banten.

"Betul, memang begitu. Yang dikirim sama kita itu masih terkendala daftar tunggu di provinsinya, makanya bisa seminggu karena memang di sana ada antrean dari kabupaten-kota yang lain juga," ucapnya.

"Karena kondisinya begitu, jelas kita terkendala. Seharusnya tes yang dilakukan kita hari ini hasilnya bisa langsung keluar, itu membutuhkan waktu berhari-hari, soalnya Pandeglang belum bisa mandiri buat uji sampel begitu," Achmad menambahkan.

Untuk bisa menekan angka sebaran Corona, Satgas berharap program vaksinasi di Pandeglang ke kalangan masyarakat bisa dipercepat. Sebab, kata Achmad, warga Pandeglang masih kurang sadar terhadap penerapan prokes secara ketat di lapangan.

"Mau nggak mau karena prokesnya juga enggak maksimal, sanksi juga belum bisa kita terapkan, harapannya hanya ada pada vaksinasi. Itu harus segera dilakukan disamping edukasi ke masyarakat juga terus kami lakukan," ujar Achmad.

Berdasarkan data terakhir, kasus terkonfirmasi positif Corona di Pandeglang mencapai 1.658 kasus. Dengan 1.347 sudah dinyatakan sembuh, 282 masih dirawat dan 29 orang meninggal.

Lihat juga Video: Per 3 Maret, Corona RI Tambah 6.680 Kasus-9.212 Sembuh

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)