Round-Up

Kekejaman Ibu Tiri Aniaya Bocah Sukabumi Berujung Laporan Polisi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 08:03 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Ilustrasi penganiayaan (Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim)
Sukabumi - Bocah perempuan asal Kabupaten Sukabumi diduga dianiaya ibu tirinya, sejumlah luka mulai dari cekikan hingga siraman air panas diderita bocah berusia 6 tahun tersebut.

Kabar itu awalnya tersebar di kalangan warga, pengakuan demi pengakuan mengejutkan keluar dari mulut bocah tersebut. Tidak butuh waktu lama, kabar soal itu pun tersebar di jejaring media sosial.

Dalam unggahan yang kemudian viral foto-foto dugaan penganiayaan mengemuka, dalam foto yang tersebar terlihat seorang anak duduk di ranjang rumah sakit. Bagian salah satu kaki anak itu terlihat menggunakan perban.

"Masih kita selidiki, memang (kabar) diramaikan oleh warganet. Kalau informasi sementara anak itu terlantar, jadi belum tentu (mengarah) ke penganiayaan. Jadi persepsi (warganet) disebut penganiayaan, yang laporan juga belum ada," kata Kapolsek Surade, AKP Nobertus Santoso melalui sambungan telepon Selasa (2/3/2021).

Keluarga bocah perempuan yang diduga korban penganiayaan ibu tiri akhirnya melapor ke polisi. Keluarga korban tiba di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi, Selasa (2/3/2021).

Pantauan detikcom, korban diantar petugas kepolisian dari Polsek Surade. Terlihat Lena Marlina ibu dan Jamal, ayah kandung korban, selain itu terlihat juga perempuan yang diduga sebagai ibu tiri korban.

"Pengakuan anak saya dia luka-luka karena dicekik sampai suaranya serak enggak bisa ngomong. Saya pernah tanya ke ibu tirimya kenapa itu katanya di banjur (siram) air kopi tidak sengaja. Kalau memang hanya karena kopi tidak sampai begitu kan?" Kata Lina, ibu kandung korban kepada detikcom.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu diketahui oleh warga, setelah korban yang berusia 6 tahun itu memberikan pengakuan telah dianiaya oleh ibu tirinya. Warga kemudian melaporkan hal itu ke ketua RT dan RW setempat. Kisah soal penganiayaan oleh ibu tiri itu pun tersebar di media sosial.

"Oleh warga dikasih makan karena selama ini diparak (dibiarkan), tetangga juga cerita anak sering nangis tengah malam sampai pernah terdengar suara bebeledugan (benturan) tembok. Berarti anak sampai genjur (luka-luka) sering disiksa bukan hanya sekali," cerita Lina.

"Makanya Dia (ibu tiri) ngaku ke aku enggak pernah diapa-apain, itu mah sakit merah-merah, kalau sakit kenapa enggak di bawa ke rumah sakit, malah dibiarkan. Kakinya juga sampai bengkak satu minggu, makanya hari ini saya lapor polisi supaya ada hukum setimpal," sambungnya.

Sementara itu, Ipda Taufik Hadian Kanit PPA Polres Sukabumi membenarkan kedatangan keluarga korban ke Satreskrim. Namun menurutnya keluarga belum membuat laporan.

"Betul tapi baru mau membuat laporan, karena kami lebih dulu menunggu hasil visum korbannya," singkat Taufik.

Diberitakan sebelumnya, media sosial di Sukabumi dihebohkan dengan kabar seorang anak perempuan usia 6 tahun dianiaya oleh ibu tirinya. Personel kepolisian sendiri masih menyelidiki kebenaran informasi tersebut.

Informasi di media sosial, selain foto bocah yang diduga jadi korban sejumlah unggahan juga menyertakan foto seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai pelaku penganiayaan bocah tersebut. Meski ramai diunggah di media sosial, pihak kepolisian sendiri belum menerima laporan terkait kejadian itu.

Dalm foto-foto yang tersebar terlihat seorang anak duduk di ranjang rumah sakit. Bagian salah satu kaki anak itu terlihat menggunakan perban.

"Masih kita selidiki, memang (kabar) diramaikan oleh warganet. Kalau informasi sementara anak itu terlantar, jadi belum tentu (mengarah) ke penganiayaan. Jadi persepsi (warganet) disebut penganiayaan, yang laporan juga belum ada," kata Kapolsek Surade, AKP Nobertus Santoso melalui sambungan telepon Selasa (2/3/2021).

Simak juga 'Polisi Tangkap 3 Oknum Wartawan yang Peras Aparat Desa di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mud)