3.074 Hektare Sawah Gagal Panen, Petani Cirebon Akan Dapat Bibit Gratis

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 19:37 WIB
Foto udara areal persawahan di Kabupaten Banjar yang masih terendam air di Kalimantan Selatan, Kamis (28/1/2021). Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (28/1/2021), bencana alam banjir di tujuh Kabupaten di Kalimantan Selatan mengakibatan 48.714 hektare lahan sawah terendam. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.
Ilustrasi sawah terendam banjir (Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Cirebon -

Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon bakal mengajukan bibit padi kepada Kementerian Pertanian (Kementan). Bantuan bibit dari kementerian itu akan disalurkan kepada petani yang terdampak banjir secara gratis.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Wasman mengatakan pada periode Januari hingga Februari sekitar 3.074 hektare sawah mengalami gagal panen akibat banjir. Tanaman padi milik petani terendam banjir hingga membusuk.

"Kita akan ajukan dulu ke provinsi. Setelah itu akan kita ajukan ke pusat. Areal sawah yang gagal panen karena banjir itu sekitar 3.074 hektare," kata Wasman saat dihubungi detikcom, Selasa (2/3/2021).

Rencananya, lanjut Wasman, untuk petani yang menggarap satu hektare sawah mendapatkan bantuan sekitar 25 kilogram. Ia menyebutkan bantuan bibit padi ini akan didistribusikan pada musim rendeng atau penghujan.

"Ya rencana buat musim rendengan. Kita sih berharapnya bisa dilakukan dalam waktu dekat ini," kata Wasman.

Wasman juga berharap petani di Kabupaten Cirebon bisa mengikuti program asuransi usaha tani padi (AUTP). Sebab, lanjut dia, dengan terdaftarnya petani di AUTP bisa mengantisipasi terjadinya dampak buruk saat cuaca ekstrem nanti.

"Kalau sawahnya rusak dan gagal panen karena banjir, dan sebagainya. Petani bisa mengajukan klaim. Harapan saya begitu," kata Wasman.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada awal Februari lalu menyebabkan sejumlah sungai meluap. Sebanyak delapan kecamatan di Kabupaten Cirebon terendam banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan menyebutkan delapan kecamatan yang terdampak banjir di antaranya, Kecamatan Susukan, Plered, Tengahtani, Gunungjati, Panguragan, Waled dan Gebang. Alex mengatakan saat ini air mulai surut di beberapa kecamatan.

"Kecamatan Susukan ada tiga desa yang terdampak, yakni Bunder, Gintung dan Bojong. Tinggi muka air (TMA) di Desa Bojong mencapai sekitar 30 sentimeter, Desa Bunder sekitar 10 sentimeter, dan Gintung mulai surut," kata Alex kepada detikcom melalui pesan singkatnya, Senin (8/2/2021).

Kemudian, pada akhir Januari lalu sebanyak tujuh kecamatan di Kabupaten Cirebon terendam banjir. Akibatnya sebanyak 5.287 hektare sawah di daerah tersebut puso atau gagal panen.

"Total 5.287 hektare areal persawahan yang terdampak banjir. Kalau tujuh hari air masih menggenangi areal persawahan ini, maka akan mati atau puso," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Wasman dalam keterangan yang diterima detikcom, Kamis (21/1/2021).

(mud/mud)