Cegah Penyalahgunaan, Polres Sumedang Cek Kondisi Senpi-Psikologi Anggota

Muhamad Rizal - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 14:55 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kondisi senjata api yang digunakan anggota Polres Sumedang.
Foto: Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kondisi senjata api milik anggota polisi yang bertugas di Polres Sumedang (Muhamad Rizal/detikcom).
Sumedang -

Polres Sumedang melakukan pengecekan kondisi senjata api dan psikologi para anggotanya. Hal itu dilakukan demi mencegah terjadinya penyalahgunaan senjata api.

Contohnya saja seperti kasus penembakan yang dilakukan Bripka CS di sebuah kafe, di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Aksi koboi yang dilakukan Bripka CS menyebabkan 3 orang tewas, dan satu orang terluka.

"Terkait dengan senjata api, kami langsung melakukan pengecekan ulang kondisi senjata api, (kondisinya) baik atau tidak," ucap Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, Jumat (26/2/2021).

Selain memeriksa kondisi fisik senjata, pihaknya juga mengecek administrasi penggunaan senjata api para anggotanya. Hal itu agar kepemilikan senjata ini jelas dan terdata.

"Dan juga kami mengecek administrasi kepada kepemilikan senjata api tersebut, apakah sudah kadaluarsa apa tidak," ucapnya.

Pihaknya juga melakukan tes psikologi ulang kepada para anggotanya. Supaya penggunaan senjata api benar-benar bisa dikontrol dan tidak menyebabkan pelanggaran.

"Kami melakukan psikologi ulang terhadap para anggota Polres guna menghindari terjadinya penyalahgunaan senjata api," tegas Eko.

Berdasarkan data yang ada, dari 1.200 terdapat 600 anggota polres Sumedang yang diketahui memiliki senjata api. Semua anggota yang dibekali senjata api mengikuti pemeriksaan ulang administratif dan juga tes psikologi ulang.

Eko berharap dengan adanya pemeriksaan dari mulai administratif hingga tes psikologi ulang ini dapat memberikan pemahaman terkait penggunaan senjata api.

Tes Urine

Selain memeriksa senjata api, pihaknya juga melakukan tes urine kepada para anggotanya. Kegiatan itu dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kesehatan setiap anggota di Polres Sumedang.

"Proses tes urine ini dilakukan secara mendadak, tanpa diberitahukan sebelumnya tetap dilakukam dengan standart protokol kesehatan," ujar Eko.

Dirinya juga menggandeng langsung pihak terkait lainnya seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berada di Wilayah Kabupaten Sumedang.

"Dalam hal ini kami juga bekerja sama dengan badan narkotika nasional atau BNN daerahSsumedang," katanya.

Dari 250 personil yang dites urine, hasilnya dinyatakan negatif semua. Sampai saat ini pihaknya juga belum ada yang terindikasi menggunakan barang haram tersebut.

"Dari test urine yang dilakukan mendadak ini hasilnya negatif semua, Allhamdulilah belum ada personil Polres Sumedang yang terindikasi menggunakan narkoba," kata Eko.

(mso/mso)