Februari 2021, 4 Pelajar Perempuan di Jabar Jadi Korban Pembunuhan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 08:57 WIB
Bungkusan plastik berisi mayat wanita ditemukan di pinggir Jalan Raya Cilebut, Bogor. Mayat ini pertama kali ditemukan oleh pegawai toko bangunan bernama Dedi.
Foto: Penemuan mayat wanita terbungkus plastik di Bogor (M Sholihin/detikcom).
Bandung -

Kasus pembunuhan sadis terhadap remaja perempuan di Kabupaten Bogor bikin geger. Kasus pembunuhan itu, menambah deretan aksi kejahatan sadis terhadap korban di bawah umur di Jawa Barat.

detikcom merangkum beberapa aksi kejahatan yang terjadi di Jabar dalam waktu beberapa bulan ini. Berikut rangkumannya:

1. Siswi di Bogor Tewas Ditemukan Dalam Plastik

Diska Putri, remaja yang ditemukan tewas dan mayatnya ditemukan terbungkus plastik hitam di Jalan Raya Cilebut, Kota Bogor ternyata masih berstatus sebagai pelajar. Warga Cibungbulang, Kabupaten Bogor ini merupakan siswi SMA Negeri Cibungbulang Bogor.

"Status korban masih pelajar. Masih SMA," kata Dian Firmansyah, kerabat keluarga korban saat ditemui di ruang forensik RSUD Ciawi, Kamis (25/2/2021).

Diska Putri merupakan anak pertama dari pasangan Sukardi dan Dian. Remaja putri asal Cibubgbulang Bogor ini diketahui meninggalkan rumah sejak Rabu (24/2/2021).

"Menurut informasi pihak keluarga, korban pergi meninggalkan rumah sejak Rabu (24/2/2021) pagi. Pamit untuk suatu keperluan, keluarga juga sudah menunggu semalaman. Karena kebetulan memang Putri ini diketahui jarang bepergian keluar rumah, apalagi sampai berjam-jam," kata Dian.

Paman korban, Jaenal mengatakan, Diska saat ini belajar di SMA Negeri Cibungbulang Bogor. Lokasi sekolah dengan kediaman korban memang tidak terlalu jauh, karena masih dalam satu kecamatan.

"Iya, dia (Diska) masih sekolah. Sekolah di Manbul, SMA Negeri Cibungbulang" kata Jaenal.

Jasad Diska, ditemukan pegawai toko bangunan bernama Dedi di Jalan Raya Cilebut, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, Kamis (25/2/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat ditemukan, Diska yang kaki dan tangannya terikat tali itu ditemukan di dalam plastik (trash bag) warna hitam, dan disandarkan di pintu gerbang toko bangunan.

Polresta Bogor Kota yang datang ke lokasi, langsung lakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi. Sementara ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pembunuh Diska.

"Semua masih kita dalami ya, tadi kan ada banyak temuan di lokasi ya, seperti KTP di lokasi dan sebagainya, kan tentunya masih harus kita kroscek lagi. Entah itu korban punya KTP itu kita masih kita dalami," kata Susatyo di ruang forensik RSUD Ciawi Bogor.

Sampai saat ini, lanjut Susatyo, pihak kepolisian masih mendalami keterangan 4 saksi untuk mengetahui lebih detail terkait temuan mayat dan mencari petunjuk siapa yang membuang mayat Diska di lokasi.

"Sejauh ini kita sudah mintai keterangan 4 saksi, sekarang sedang pemeriksaan," tutupnya.

2. Bocah Meninggal Usai Diperkosa 4 Pria

Personel Sat Reskrim Polresta Cirebon meringkus tiga pelaku rudapaksa atau pemerkosaan anak di bawah umur. Bocah perempuan itu meninggal usai digilir dan dicekoki minuman keras (miras) oplosan para pelaku.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi mengatakan pelaku yang terlibat rudapaksa itu berjumlah empat orang, salah satunya meninggal yakni AJ (24) diduga efek miras. Dari tiga pelaku yang diringkus, seorang pelaku masih di bawah umur, inisial AS (16). Dua pelaku lainnya yaitu R (31) dan M (32).

Syahduddi menceritakan awalnya korban diperkosa. Pelaku yakni R mengajak korban yang masih berusia 15 tahun berpesta miras oplosan di salah satu tempat di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (5/2/2021) malam. Setelah berpesta miras, korban diboyong ke rumah R pada Jumat (6/2/2021) dini hari.

"Salah satu tersangka inisial R mengajak korban ke belakang rumahnya dan melakukan persetubuhan. Tersangka mengajak temannya yang di bawah umur (tersangka AS), kemudian melakukan pencabulan," kata Syahduddi di Mapolresta Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (10/2/2021).

R ternyata mengajak tersangka lainnya untuk memerkosa korban. Saat itu korban dan pelaku kondisinya mabuk.

"Setelah itu korban dibawa ke rumah temannya oleh salah seorang tersangka. Besoknya (Sabtu) korban meninggal dunia di rumah S. Kita mendapat laporan, kemudian olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Didapatkan empat tersangka, satu tersangka meninggal," tutur Syahduddi.

Syahduddi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban dan salah satu pelaku. Namun, Syahduddi mengatakan ada dua dugaan yang menyebabkan kematian korban, yaitu karena pemerkosaan yang dilakukan empat pelaku dan konsumsi miras oplosan. Korban ini putus sekolah tingkat SMP.

"Miras yang dikonsumsi ini dicampur obat keras, ada suplemen dan lainnya. Kita masih tunggu hasil lab, sudah kita bawa ke lab," kata Syahduddi.

Para pelaku dijerat Pasal 76 D jo Pasal 81 ayat 1, ayat 2 dan 5 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. "Ancaman hukumannya seumur hidup," ujarSyahduddi.

Simak video 'Identitas Mayat Wanita dalam Plastik Terungkap, Siswi SMA di Bogor':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3