BMKG Bandung: Waspada dan Siaga Banjir di Jabar pada 24-25 Februari

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 18:19 WIB
Ilustrasi banjir bandang (Andhika-detikcom)
Ilustrasi banjir. (Ilustrator: Andhika/detikcom)
Bandung -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengimbau agar warga Jawa Barat siaga atau waspada banjir pada 24 dan 25 Februari 2021. Puncak musim hujan di Jabar diprediksi terjadi pada Februari 2021.

BMKG mencatat, berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF), untuk dampak banjir hingga banjir bandang ini berpotensi terjadi di 18 kabupaten/kota dan berlaku pada 24-25 Februari 2021.

Berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF), pada 24 Februari terdapat 15 daerah yang berpotensi terjadi banjir. 15 daerah itu meliputi Kabupaten Sukabumi (siaga), Kota Sukabumi (siaga), Kabupaten Cianjur (siaga), Kota Bogor (waspada), Kabupaten Bogor (waspada), Kota Bandung (waspada), Kabupaten Bandung (waspada), Kabupaten Bandung Barat (waspada), dan Kota Cimahi (waspada), Karawang (waspada), Majalengka (waspada), Kota Bekasi (waspada), Kabupaten Bekasi (waspada), Kota Depok (waspada), Kabupaten Garut (waspada).

Sedangkan untuk keesokan harinya, 25 Februari BMKG Bandung melaporkan ada tiga daerah yang terdampak yakni Bogor (siaga), Indramayu (siaga) dan Subang bagian utara (siaga). Sementara kota dan kabupaten lainnya berstatus waspada, kecuali Kabupaten Sukabumi.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan kondisi tersebut dikarenakan adanya perlambatan massa udara di sebagian besar wilayah Jawa Barat dan belokan angin (shearline) di Jawa Barat bagian barat. "Selain itu pengaruh Monsun Asia di wilayah Jawa Barat masih kuat, berdampak pada masih kuatnya aktivitas konvektif di pesisir Utara hingga Timur Laut, dan Tenggara Jawa Barat yang dapat merambat ke wilayah Tengah Jawa Barat, terpantau juga terdapat pusat tekanan rendah di utara Australia," ujar Rahayu dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2021).

Rahayu mengatakan kondisi dinamika atmosfer lokal yang tidak stabil dan masih tingginya kelembapan relatif (RH masih berkisar antara 80%-100% terutama pada siang hingga malam hari) juga disertai dengan kondisi atmosferik regional di atas berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Jawa Barat, terutama di wilayah Pesisir Utara dan Tenggara Jawa Barat.

"Serta meningkatkan juga potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada siang hingga malam hari dan berpotensi terjadi ringan pada dini hari," kata Rahayu.

Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

"Bagi yang sedang dalam perjalanan di jalan raya apabila terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai petir, diharap segera menepi dan masuk ke gedung, hindari berlindung di bawah pohon besar pada kondisi demikian, menjauhi tebing jika berada di wilayah yang berbukit. Ketika terjadi hujan yang ekstrem atau pun hujan sedang dengan durasi lama harap menjauhi aliran sungai yang berpeluang meluap," kata Rahayu.

Simak video 'Prakiraan Cuaca BMKG: Seluruh Wilayah RI Diguyur Hujan':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)