Cirebon Berisiko Tinggi Penyebaran COVID-19, 11 Kelurahan Zona Merah

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 15:48 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Cirebon -

Kota Cirebon menjadi satu-satunya daerah di Jawa Barat yang berstatus zona merah atau berisiko tinggi penyebaran COVID-19. Dari 22 kelurahan yang ada di Kota Cirebon, 11 di antaranya berstatus zona merah.

Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi mengaku saat ini pihaknya masih melaksanakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga tingkat RT dan RW. Agus tak menampik hasil evaluasi periode 8-15 Februari Kota Cirebon masuk zona merah. Namun, Agus mengaku belum menerima laporan evaluasi zona risiko periode 15-21 Februari.

"Periode kemarin memang merah. PPKM mikro ini kita sudah bangun pos jaga di RT dan RW, sesuai aturan kementerian kita lakukan sampai 8 Maret," kata Agus kepada awak media di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPPPD) Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (23/2/2021).

Agus mengatakan menurut parameter yang lama terkait pemetaan zona merah di Kota Cirebon, sebelumnya hanya satu kelurahan yang berada di zona hijau, dari 22 kelurahan yang ada di Kota Cirebon. Sisanya masuk dalam zona merah. Namun, menurut Agus, dari hasil evaluasi dengan paramater yang baru, antara lain jumlah kasus, penanganan, konfirmasi kontak erat dan jumlah ruangan isolasi, hanya ada 11 kelurahan yang berzona merah.

"Sekarang ada 11 kelurahan merah, enam oranye, empat kuning dan satu hijau. Kalau status (Kota Cirebon) sekarang saya belum mendapatkan laporan," kata Agus.

Lebih lanjut, Agus mengaku tengah mengupayakan agar Kota Cirebon kembali ke zona hijau. Ia mendorong pemaksimalan penanganan di tingkat RT dan RW. Kebijakan penyesuaian anggaran atau refocusing akan dialokasikan untuk membantu penanganan di tingkat TT dan RW.

"Kalau relokasi dana untuk kelurahan ini tidak bisa digeser, kita bisa gunakan belanja tak terduga (BTT)," kata Agus.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai penerapan PPKM di sejumlah daerah di Jabar berdampak positif. Selain menurunkan okupansi rumah sakit, PPKM juga berpengaruh terhadap zona merah di Jabar.

"Khusus untuk perkembangan COVID-19, pertama kesimpulan PPKM itu terjadi banyak penurunan, yang paling signifikan adalah dari keterisian rumah sakit yang sempat 80-an persen per minggu ini tinggal 58 persen," ucap Kang Emil sapaan akrabnya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (22/2/2021).

Kang Emil mengatakan PPKM juga berpengaruh terhadap zona merah di Jabar. Menurut dia, zona merah di Jabar kini masih berada di satu daerah yakni Kota Cirebon.

"Ini juga sebuah progres yang mudah-mudahan membaik, yaitu Kota Cirebon sedang akan kita teliti dan mudah-mudahan ada satu atau dua minggu ke depan kita sudah bisa lepas dari zona merah, itu salah satu dampak positif dari PPKM yang serentak terkoordinasi di pulau Jawa dan Bali," tuturnya.

Lihat Video: Perjuangkan Bogor Keluar Zona Merah, PPKM Mikro Digencarkan

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)