Polisi Limpahkan Berkas Kasus Paket Kurban Bodong ke Kejari Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 15:01 WIB
Ini tampang tersangka penipuan berkedok paket kurban di Cianjur
Tersangka kasus investasi bodong paket kurban di Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Polisi melimpahkan berkas kasus investasi paket kurban bodong ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur. Polisi masih terus berkomunikasi dengan kejaksaan agar kekurangan berkas bisa segera dilengkapi dan masuk ke tahap dua.

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai mengatakan selama ini polisi mengalami kendala lantaran pelaku yang tidak mau berterus terang saat dimintai keterangan.

"Pelaku masih banyak menyembunyikan keterangan termasuk kemana saja uang nasabah dialirkan," ujar Rifai, Selasa (23/2/2021).

Perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Kejari Cianjur oleh polisi, beberapa hari lalu. "Berkas sudah dikirim ke kejaksaan tinggal menunggu petunjuk dari kejaksaan mana saja yang harus dilengkapi, sehingga bisa P-21 atau masuk tahap 2," kata dia.

Rifai menjelaskan penyidik masih terus menggali informasi aliran uang korban yang ada pada tersangka. "Kita akan mencari terus dana ini digunakan apa saja oleh pelaku. Termasuk mencari lagi aset-asetnya. Terakhir kita dapat tambahan empat surat kepemilikan tanah serta beberapa unit kendaraan" ujar Rifai.

"Rencananya kami juga segera membuka brankas milik tersangka yang diduga tersimpan uang dari para korban," ucap Rifai.

Sekadar diketahui, kasus penipuan dengan modus paket murah mencuat pada pertengahan 2020. Terungkap ribuan orang menjadi korban. Bukan hanya dari Cianjur, korban juga banyak yang berasal dari Sukabumi, Bogor, hingga Kabupaten Bandung Barat.

Para korban tergiur janji manis pelaku yang menawarkan paket kurban dengan iuran bulanan yang murah. Pasalnya hanya dengan membayar iuran Rp 15 ribu per bulan selama 10 bulan, peserta diiming-iming mendapatkan kambing.

Sedangkan untuk paket kurban sapi, peserta cukup membayar iuran Rp 50 ribu per bulan selama 10 bulan. Sayangnya, paket tersebut tak kunjung datang. Sehingga ratusan korban menggeruduk rumah mewah milik Big Boss paket bodong di Desa Limbangansari, Kabupaten Cianjur.

Akhir 2020, Polres Cianjur menetapkan HA sebagai tersangka kasus dugaan penipuan berkedok paket kurban. HA terancam tiga pasal, yakni 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan serta penipuan. Selain itu pasal 46 Undang-undang Perbankan karena menghimpun dana tanpa izin dari pemerintah.

Tonton juga Video: Investasi Kurban Tak Cair, Ratusan Orang Geruduk Rumah Mewah di Cianjur

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)