Berkas Perkara PNS Mafia Tanah di Serang Diserahkan ke Kejaksaan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 09:10 WIB
Polda Banten perlihatkan barang bukti kasus kejahatan pemalsuan AJB tanah.
Foto: Polda Banten perlihatkan barang bukti kasus kejahatan pemalsuan AJB tanah (Bahtiar Rifa'i/detikcom).
Serang -

Berkas perkara mafia tanah seorang aparatur sipil negara (ASN) inisial JJS (46) dan rekannya yaitu HS (49) dan LJ (61) diserahkan ke Kejati Banten. Ketiganya adalah tersangka pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) demi menguasai tanah milik warga biasa senilai Rp 1,3 miliar di Kabupaten Serang.

"Berkas perkara tersangka telah tahap 1 ke Kejaksaan Tinggi Banten," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi dalam pesan WhatsApp kepada wartawan di Serang, Banten, Selasa (23/2/2021).

Penyerahan berkas perkara tahap 1 ini sesuai dengan janji kepolisian bahwa kasus ini berharap segera disidangkan. Polda Banten, kata dia, berkomitmen pada pemberantasan kejahatan kasus mafia tanah.

"Dugaan apapun itu seperti melakukan tindak pemalsuan AJB, diharapkan masyarakat jangan melakukan kejahatan seperti itu," ujarnya.

Perkara pemalsuan AJB ini bermula dari HS (49) yang ingin menguasai tanah milik korban bernama Afifah pada 2019. Ia menyerahkan uang ke tersangka LJ (61) senilai Rp 20 juta dengan modal blanko AJB kadaluarsa ke seorang ASN di kecamatan bernama JJS (46) untuk menerbitkan AJB.

"Tersangka LJ kemudian berkoordinasi dengan JJS untuk menerbitkan surat dengan pemalsuan tanda tangan," ujar Edy pada Jumat (19/2) lalu.

Dari modal tanda tangan palsu dan blanko kadaluarsa itu, JJS kemudian menerbitkan AJB yang diminta oleh HS tadi. Di AJB tertera nama LJ yang seolah-olah menguasai bidang tanah milik korban dan menjualnya ke HS.

"Inilah pemufakatannya makanya disebut mafia tanah. Dengan harapan AJB ini diusulkan untuk sertifikat, kalau sudah jadi, harga Rp 1,3 miliar ini dijual," ujarnya.

Mereka, khususnya tersangka HS ingin menguasai tanah korban dan rencananya menjual ke orang lain. Tapi, aksi mereka digagalkan begitu korban melaporkan ke Polda Banten.

Di tempat yang sama, Dirkrimum Polda Banten Kombes Martri Sonny menambahkan, ketiga tersangka ini pada dasarnya kenal dengan korban. Khusus untuk ASN inisial JJS mengaku sudah melakukan modus pemalsuan AJB beberapa kali di Kecamatan Pabuaran.

"Menurut keterangan sudah beberapa kali, yang berstatus PNS JJS, namun tersangka HS dan LJ ini masyarakat biasa," ujarnya.

Ia menambahkan, pemalsuan AJB ini belum sampai diterbitkan sertifikat. Sejauh ini, hanya ketiga orang ini yang terlibat namun tidak menutup kemungkinan akan mengembangkan kasus dengan modus serupa.

(bri/mso)