Round-Up

Heboh Warga 'Desa Miliarder' di Kuningan Borong Motor hingga Mobil

Bima Bagaskara - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 08:08 WIB
Rupanya, desa miliarder ada juga di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Warga Desa Kawungsari yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan ini memborong ratusan sepeda motor setelah mendapat uang ganti untung.
Foto: Warga Kuningan borong motor dan mobil usai mendapat uang ganti pembebasan lahan proyek bendungan (Bima Bagaskara/detikcom).
Kuningan -

Ratusan kendaraan baru dibeli warga Desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat secara hampir bersamaan. Hal itu dilakukan usai warga di desa tersebut menerima uang ganti untung pembebasan lahan.

Uang ganti untung pembebasan lahan didapat warga yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan. Usai menerima uang itu, mereka pun berbondong-bondong membeli kendaraan baru baik sepeda motor ataupun mobil.

Hal itupun membuat Desa Kawungsari mendadak viral dan disebut-sebut sebagai 'Desa Miliarder', serupa dengan yang dialami warga Desa Sumurgeneng, Tuban, Jawa Timur.

"Di sana (Tuban) warganya dapat ganti untung dari PT Pertamina dan di sini warga kami juga sama dapat ganti untung dari pembangunan Bendungan Kuningan," kata Kusto, Kepala Desa Kawungsari.

Diketahui ada sekitar 300 sepeda motor baru serta 30 mobil baru dan bekas yang dibeli warga dari hasil ganti untung pembebasan lahan Bendungan Kuningan. Rata-rata warga membeli kendaraan dengan membayar tunai.

"Pas uang ganti untung cair warga mulai pada beli motor beli mobil. Motor baru yang dibeli itu ada sekitar 300 unit, kalau mobil sekitar 30 yang baru maupun yang bekas, kebanyakan beli cash," ujar Kusto.

Pembangunan Bendungan Kuningan membuat 362 kepala keluarga di Desa Kawungsari harus merelakan rumah dan lahannya dibeli oleh pemerintah guna melancarkan proyek strategis nasional itu.

Tercatat ada ada 386 bidang tanah maupun bangunan milik warga yang dibeli pemerintah dengan biaya mencapai 149 miliar. Saat ini pencairan uang ganti untung bagi warga Kawungsari sudah mencapai 97 persen.

Uang ganti untung yang diterima warga Desa Kawungsari pun jumlahnya berbeda. Masing-masing warga ada yang mendapat uang ganti untung paling sedikit Rp 150 juta dan paling besar 1,6 miliar.

"Sekarang sudah 97 persen sisanya dalam proses pencairan. Yang terkecil itu warga nerima uang Rp 150 juta, yang paling banyak ada hampir 1,6 miliar. Kalau saya sendiri dapat Rp 700 juta, tapi saya termasuk yang belum cair uangnya," ujar ungkapnya.

Kusto juga mengatakan Desa Kawungsari seluas 95 hektare akan ditenggelamkan pada bulan Juli 2021 mendatang menyusul hampir rampungnya pembangunan Bendungan Kuningan.

Akibatnya, seluruh warga di 'Desa Miliarder'' itu harus bedol desa atau pindah ke tempat baru.

"Kita (Kawungsari) ya bedol desa karena semuanya 95 hektare terdampak pembangunan Bendungan Kuningan. Jadi nanti semua warga disini pindah," lanjut Kusto.

Di Desa Kawungsari sendiri tercatat ada 334 rumah dengan 362 kepala keluarga. Nantinya warga Kawungsari akan pindah ke tempat relokasi yang telah disediakan oleh pemerintah tepatnya di Desa Sukarapih, Kecamatan Cibereum.

"Di Sukarapih sedang dibangun 444 unit rumah, baru 25 rumah yang siap huni. Sisanya masih tahap pembangunan sekarang progresnya sudah 50 persen. Rencana pemerintah setelah selesai pencairan dan rumah selesai, bulan Juli kami akan pindah ke tempat baru itu," imbuhnya.

Sementara itu salah seorang warga bernama Nurmadin (50) mengaku dirinya mendapat uang ganti untung hingga Rp 400 juta. Dari uang itu, Nurmadin pun langsung membeli sepeda motor baru secara tunai.

"Dapat Rp 300 juta untuk rumah dan Rp 100 juta untuk sawah. Saya kemarin beli motor cash Rp 24,5 juta. Sisanya saya tabungin," singkat Nurmadin.

Selain warga yang kompak membeli kendaraan baru dari hasil ganti untung pembebasan lahan, ada hal menarik yang dilakukan setelah membeli kendaraan baru. Mereka diharuskan melakukan saweran atau melempar uang logam sebagai bentuk rasa syukur.

"Iya setiap beli motor atau mobil. Warga disini pasti sawer dan itu sudah menjadi tradisi mungkin ya," kata Desi Widesi salah seorang warga.

Desi sendiri membeli sepeda motor Honda Beat seharga Rp 17 juta secara cash. Ia mendapat uang ganti untung pembebasan bidang tanah dan bangunan pembangunan Bendungan Kuningan sekitar lebih dari Rp 150 juta.

Hal serupa juga dilakukan Emak Yohana (43). Ia mengaku sangat bersyukur bisa mendapat uang ganti untung dari pembangunan Bendungan Kuningan meski rumah dan tanah miliknya nantinya harus tenggelam.

"Iya Alhamdulilah bisa beli motor. Dapat uangnya mah ga seberapa, tapi senang," pungkasnya.

Tonton video 'Warga 'Desa Miliarder' Kuningan Borong 300 Motor-30 Mobil':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)