Mirip di Tuban, Warga 'Desa Miliarder' Kuningan Beli 300 Motor-30 Mobil

Bima Bagaskara - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 15:22 WIB
Kuningan -

Desa Sumurgeneng, Tuban, Jawa Timur, mendadak viral usai warganya memborong ratusan mobil baru. Hal itu terjadi setelah warga di sana mendapat uang hasil menjual tanah kepada PT Pertamina dengan nilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Banyaknya warga yang membeli mobil baru serta mendapat uang itu, Sumurgeneng dianggap menjadi 'desa miliarder'. Rupanya, 'desa miliarder' ada juga di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Warga Desa Kawungsari yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan ini memborong ratusan sepeda motor setelah mendapat uang ganti untung.

Sepeda motor baru terparkir di beberapa rumah warga Desa Kawungsari. Motor-motor baru itu dibeli warga menggunakan uang hasil ganti untung tanah maupun rumah yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan.

"Di sana (Tuban) warganya dapat ganti untung dari PT Pertamina. Kalau di sini warga kami juga sama dapat ganti untung dari pembangunan Waduk Kuningan," kata Kepala Desa Kawungsari Kusto saat ditemui di kantornya, Senin (22/2/2021).

Rupanya, desa 'miliarder' ada juga di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Warga Desa Kawungsari yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan ini memborong ratusan sepeda motor setelah mendapat uang ganti untung.Warga Desa Kawungsari Kuningan yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan ini ramai-ramai membeli sepeda motor setelah mendapat uang ganti untung. (Foto: Bima Bagaskara/detikcom).

Menurut Kusto, ada sekitar 300 sepeda motor baru yang dibeli warga sejak awal pencairan uang ganti untung pembangunan Bendungan Kuningan. Tidak hanya motor, ada juga warga yang membeli mobil baru dan bekas.

"Pas uang ganti untung cair warga mulai pada beli motor beli motor. Motor baru yang dibeli itu ada sekitar 300 lebih, kalau mobil sekitar 30 yang baru dan bekas," tutur Kusto.

Menurutnya, kendaraan yang dibeli warga tidak datang bersamaan. Kusto mengungkapkan warganya itu secara bergantian membeli kendaraan bermotor.

"Paling banyak itu pas awal cair uangnya, sehari bisa ada 15 motor yang datang. Kalau sekarang-sekarang paling cuma satu dua saja, tapi masih banyak yang sudah pesan," ucap Kusto.

(bbn/bbn)