Tambang Pasir Paseh Sokong Pembangunan Utara Jawa Barat

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 21 Feb 2021 21:28 WIB
Tambang pasir paseh menjadi salah satu penyokong pengembangan Utara Jabar
Tambang pasir paseh menjadi salah satu penyokong pengembangan Utara Jabar (Foto: Dokumentasi Jasa Sarana)
Bandung -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tengah intens melakukan pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Utara Jabar. Di antaranya pengembangan Rebana Metropolitan, Pelabuhan Patimban, Tol Cisumdawu dan Kereta Cepat Jakarta - Bandung.

Untuk menyokong pembangunan infrastruktur strategis tersebut, BUMD PT Jasa Sarana menyiapkan tambang pasir batu seluas 20 hektare di Paseh, Sumedang. Tambang pasir ini merupakan salah satu bisnis yang intens dikelola Jasa Sarana sejak akhir tahun 2020.

"Demand-nya tinggi, untuk permintaan ritel saja setiap hari bisa lebih dari 50 truk dilayani," kata Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq dalam rilis resmi Jasa Sarana, Minggu (20/2/2021).

Seperti diketahui, Rebana Metropolitan yang merupakan wilayah utara-timur laut Jabar akan masuk ke dalam tujuh daerah yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, Kuningan serta Kota Cirebon.

Kawasan strategis yang terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati ini, diproyeksikan akan menjadi penggerak ekonomi baru Jabar dengan peningkatan 5 persen ekonomi dan 4,3 juta lapangan kerja pada tahun 2030.

Hanif mengatakan, tambang pasir batu di Sumedang ini dikelola tak hanya untuk mendukung program pengembangan infrastruktur strategis di wilayah Utara Jabar, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan ritel bahan bangunan atau pengembang perumahan.

"Tujuan kami mensupport pembangunan yang tengah digenjot oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Paseh baru kita garap intens Desember 2020 lalu, targetnya bisa produksi 30.000-50.000 m3 kubik per bulan. Pangsa pasar tinggi sekali, sementara lokasi pasir batu saat ini sudah terbatas, kebetulan posisi kita strategis untuk menunjang pembangunan di utara Jawa Barat," kata Hanif.

Kendati melakukan eksploitasi, kata Hanif, pihaknya tetap akan berpegang pada aspek pelestarian lingkungan. "Aspek lingkungan pun menjadi konsen, nantinya area tambang akan kami padukan dengan konsep pertambangan berwawasan lingkungan," katanya.

(yum/mud)