GAR Disebut Bukan Organisasi di Bawah ITB

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 19:35 WIB
Kampus ITB
Foto: Kampus ITB (Istimewa).
Bandung - ITB angkat bicara mengenai keberadaan Gerakan Anti Radikalisme (GAR). Pihak ITB menyebut keberadaan GAR bukan berada di bawah naungannya.

"GAR ITB bukan organisasi di bawah ITB," kata Kepala Biro Humas dan Komunikasi ITB Naomi Sianturi via pesan singkat, Minggu (14/2/2021).

Seperti diketahui, sejumlah alumni yang tergabung dalam GAR ITB melaporkan Din Syamsuddin ke KASN. GAR menilai Din Syamsuddin telah melakukan pelanggaran yang substansial atas norma dasar, kode etik dan kode perilaku ASN, dan/atau pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Naomi mengungkapkan, pihaknya tak memiliki kapasitas untuk mengomentari hal tersebut. "Kan kalau GAR sekalipun para alumni, tapi tidak dalam struktur organisasi ITB, karenanya ITB tak punya kapasitas (legal standing) menjawabnya. Karena urusan alumni itu hanya alumni dan ikatan alumni yang berhak," ungkapnya.

Begitupun, saat dikomentari soal pelaporan Din Syamsuddin oleh GAR ITB. "Untuk Pak Din Syamsudin juga sama, ibarat di Indonesia ada Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif, Presiden tidak berkomentar terhadap anggota MPR, kan? Di ITB juga gitu MWA itu adalah semacam Legislatif, sementara Rektor ITB kan Eksekutif," jelasnya.

"Kami tidak punya kewenangan untuk menjawabnya," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengklaim didukung 2.075 alumni ITB untuk melaporkan Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pada Oktober 2020. Jumlah pendukung pelaporan dan identitasnya tercantum dalam dokumen pelaporan setebal 37 halaman tersebut.

Di dalam dokumen itu, GAR ITB mengklaim telah mengumpulkan bukti laporan bahwa Din Syamsuddin telah melanggar hal substansial atas norma dasar, kode etik dan kode perilaku ASN, dan/atau pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Juru Bicara GAR ITB Shinta Madesari mengatakan, para alumni yang mendukung GAR ITB ini berasal dari berbagai jurusan dan angkatan. "Ya, lintas jurusan dan lintas angkatan," ujar Shinta saat dihubungi detikcom, Sabtu (13/2/2021).

Shinta mengatakan, setiap surat GAR ITB bisa berbeda-beda jumlah penandatanganya atau jumlah pendukungnya. "Tergantung yang mendaftarkan diri untuk tandatangan, tapi kurang lebihnya ya 2.000 orang lah," kata Shinta.

(wip/mso)