Gunakan Wayang, Warga Lembang Kampanye Protokol Kesehatan

Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 14:37 WIB
Warga kampanye prokes.
Foto: Warga kampanye prokes (Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung Barat -

Kampanye pentingnya penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 bukan cuma jadi tugas pemerintah saja melainkan juga masyarakat.

Hal itulah yang melatarbelakangi Herti Ruhiana (45), warga Kampung Bewak, RT 3 RW 3, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, untuk turut serta mengampanyekan penerapan prokes.

Tentu saja bukan dengan cara yang baku menggunakan spanduk atau flyer yang harus dibaca, namun sosialisasi yang dilakukan Herti memanfaatkan media 'Wayang Upet' agar lebih menarik perhatian.

Wayang upet atau wayang cilukba sendiri merupakan kerajinan tangan yang diproduksi sendiri oleh ia dan warga lain di tempat tinggalnya. Mulai dari pembuatan karakter wajah, pakaian, sampai bisa dimainkan semuanya dibuat secara manual.

"Kita berkewajiban juga untuk menyosialisasikan pentingnya prokes pada warga lainnya, dan salah satu upayanya dengan pagelaran wayang upet ini," ungkap Herti saat ditemui di kediamannya, Minggu (14/2/2021).

Saat menyosialisasikan prokes, beberapa karakter wayang upet seperti Si Cepot, Dawala, dan karakter lainnya disiapkan. Lalu tangan Herti secara terampil menggerakkan wayang-wayang itu sambil mengubah suaranya agar sesuai dengan masing-masing karakter wayang.

"Ditambah juga dengan properti pendukung seperti tulisan soal prokes 3M, jadi dengan sosialisasi seperti ini bisa lebih menarik dan diperhatikan," tuturnya.

Kini Herti dan warga lainnya disibukkan memproduksi barang-barang hasil kerajinan tangan mereka. Selain wayang upet, hasil kerajinan lainnya seperti dudukan lampu ruang tamu, asbak dengan bentuk mobil, dan banyak lagi.

Sebelum pandemi, Herti berprofesi sebagai cleaning service di Kota Bandung. Namun ia terpaksa meninggalkan pekerjaan yang menghidupi keluarganya karena berbagai alasan.

"Profesi sehari-hari saya sebagai cleaning service di sebuah perusahaan di Bandung, tapi sekarang sudah enggak karena terdampak pandemi COVID-19," bebernya.

Tak jarang, orang di sekitarnya sering mengerumuninya karena ia menggunakan kostum aneh dan nyeleneh saat melakukan sosialisasi protokol kesehatan.

"Saya juga ingin menghibur dan mengingatkan masyarakat, terutama anak-anak agar patuh menjaga kesehatan dan terhindar dari COVID-19," ujarnya.

Meski upayanya hanya di lingkungan tempat tinggalnya saja, dirinya berharap dengan apa yang dilakukannya ini masyarakat bisa sadar dan membantu memerangi COVID-19, minimal menggunakan masker saat ke luar rumah.

"Sayangi diri sendiri dan keluarga dengan cara mematuhi protokol kesehatan dan melaksanakan 3M. Karena langkah awal untuk memutus rantai penyebaran, satu-satunya dengan cara itu," ujarnya.

(mso/mso)