Antapani Bandung Batal Terapkan PPKM Mikro, Ini Alasannya

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 11:30 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Kecamatan Antapani, Kota Bandung batal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Awalnya PPKM mikro akan diterapkan di dua RW dengan kasus COVID-19 tertinggi di kecamatan tersebut.

Camat Antapani Rahmawati Mulia mengatakan wilayahnya sudah keluar dari 10 besar penyumbang kasus COVID-19 di Kota Bandung. Selain itu merujuk pada Intruksi Menteri Dalam Negeri, tidak ada RT yang masuk pada kriteria karantina wilayah.

"Antapani sekarang keluar dari 10 besar, kalau PPKM berdasarkan Intruksi Menteri Dalam Negeri kita sudah mapping, kan berdasarkan Intruksi Mendagri berdasarkan RT, terus yang dihitungnya bukan kasus, kalau di atas 10 rumah maka dilakukan PPKM skala RT. Setelah di mapping dengan dokter dan muspika, satu RT itu hanya ada satu rumah, dua rumah, akhirnya kita masuk zona kuning dan hijau dari 336 RT," katanya via sambungan telepon, Minggu (14/2/2021).

Menurutnya jika mengacu pada Instruksi Mendagri indikatornya tidak masuk. Keputusan ini juga, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung.

"Jadi selama ini saya konsultasi dengan Dinas Kesehatan, dasarnya kasus. Misal ada berapa kasus, yang pernah saya lakukan lock down di dua RW sebelum PPKM ini dasarnya kasus, satu RW ada 16 kasus, yaudah kita lock down. Sekarang berdasarkan Intruksi Mendagri berdasarkan rumah, walau satu rumah ada 10 kasus disebutnya satu rumah," ungkapnya.

Begitupun, jika diambil dengan skala RW. Kasus positif COVID-19 di Kecamatan Antapani sudah turun dan tidak ada RW yang melebihi 15 kasus positif aktif COVID-19.

"Sekarang enggak ada yang mengarah ke sana, enggak jadi, kemarin sempat waktu ada (peningkatan) kasus, tapi ada yang sembuhkan," ujarnya.

Karena karantina wilayah batal dilakukan, pihaknya meminta kepada warga Kecamatan Antapani agar tetap menjaga protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Sekarang tinggal pengawasan, supaya tidak ada peningkatan kasus lagi," ujarnya.

Pihaknya juga terus berperan aktif, memberikan imbauan dan informasi perkembangan COVID-19 kepada RT dan RW yang ada di Kecamatan Antapani.

"Saya suka share di group RW se-kecamatan, kasih tahu soal perkembangan COVID-19. Sudah keluar dari 10 besar, tapi tetap waspada, kalau ada yang minta arahan saya share," ujarnya.

(wip/mso)