Penampakan Rumah 'Menggantung' di Lokasi Pergerakan Tanah Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 11:50 WIB
Rumah Menggantung di Sukabumi
Rumah 'menggantung' di lokasi pergerakan tanah Sukabumi. (Foto: istimewa)
Sukabumi -

Retakan di lokasi pergerakan tanah, Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, semakin meluas. Dalam sepekan terakhir beberapa rumah warga terpaksa dirobohkan karena posisinya yang 'menggantung'.

Tanah anjlok sedalam lima meter membuat rumah seolah tergantung. Pergerakan tanah yang memicu retakan juga terus menggerogoti seisi kampung tersebut.

"Untuk informasi bisa ke Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung karena penetapan status Tanggap Bencana hari Rabu (10/2). Sebagian relawan sudah balik kanan," kata Asep Has, relawan ProBumi Indonesia, yang masih bertahan di lokasi tersebut, Sabtu (3/2/2021).

detikcom mencoba menghubungi A Ahmad, petugas P2BK Kecamatan Nyalindung. Namun beberapa kali panggilan ke ponsel dan pesan singkat, dia belum merespons.

Asep menyebut di lokasi pada siang ini ada istri dari Bupati Sukabumi Marwan Hamami Yani Jatnika Marwan. "Ada ibu bupati di lokasi, mungkin petugas sedang bersama beliau. Lagipula kualitas sinyal di lokasi ini kurang bagus," ucap Asep.

Pergerakan Tanah di SukabumiPergerakan tanah di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. (Foto: istimewa)

Selain jalan setapak, beberapa rumah yang sempat bertahan dan lolos dari pergerakan tanah kini mulai rusak. Retakan dari tanah menjalar hingga meretakkan dinding-dinding rumah, sebagian di antaranya bahkan merangsek ke dalam retakan.

"Anjlok sampai ada yang sekitar lima meter, hingga saat ini sekitar 20 unit rumah yang sudah dirobohkan. Ada beberapa rumah yang belum dirobohkan karena kendala lokasi yang riskan, sebab ada di tanah yang berbahaya untuk dilalui," tutur Asep.

Lihat juga Video: Tanah Bergerak di Cianjur, Satu Kampung Terisolir-Puluhan Warga Mengungsi

[Gambas:Video 20detik]



(sya/bbn)