Komplotan Penjahat Ini Curi 2 Mobil Pikap di Serang dalam Sebulan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 20:06 WIB
Polisi membekuk komplotan pencuri spesialis mobil pikap di Serang
Barang bukti dua mobil pikap hasil curian (Foto: Bahtiar Rifa'i)
Serang -

Komplotan spesialis pencuri pick up asal Serang dan Tasikmalaya diringkus jajaran Ditreskrimsus Polda Banten. Dalam sebulan, mereka bisa 24 kali mencuri di beberapa tempat di Banten.

Komplotan ini ditangkap di dua tempat berbeda di Kabupaten Serang. Tiga tersangka yaitu NN (38), SF (30), MR (34) ditangkap di Jayanti. Satu tersangka yaitu FR (45) dilumpuhkan petugas hingga tewas karena melakukan penembakan dengan senjata api di rumahnya di Kibin.

"Gembong pencuri kendaraan ini telah melakukan aksinya selama satu tahun dengan 24 tempat kejadian perkara dan beberapa puluh barang bukti," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi dalam pers rilis di Polda Banten, Jalan Syekh Nawawi, Senin (8/2/2021).

Pelaku katanya melakukan pencurian di berbagai daerah di Banten. Curian seperti mobil pick up dijual pelaku ke Lampung dan Karawang. Satu pelaku, yaitu MR dikenal sebagai penadah asal Tasikmalaya, Jawa Barat.

Satu pelaku, yaitu FR dilumpuhkan petugas karena melakukan penembakan ke petugas saat akan kabur melalui loteng. Ia tewas saat akan mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Pelaku sempat mengeluarkan senjata api rakitan jenis revolver dan mengeluarkan tembakan," katanya.

Di tempat sama, Dirkrimum Polda Banten Kombes Martri Sonny mengatakan, tersangka FR yang ditembak polisi ini merupakan residivis. Sepanjang 2012-2018, ia sudah mencuri pick up di 33 tempat. Pada 2018, ia juga pernah dijebloskan polisi ke penjara.

"Sudah divonis dua tahun, di 2020 mendapatkan program asimilasi dan dibebaskan," kata Sonny.

Ia menambahkan, saat ditangkap, di lokasi tersangka juga ditemukan bong sabu. Dari keterangan, hasil pencurian juga digunakan untuk pesta sabu. Untuk setiap kendaraan pick up, mereka jual ke Lampung atau Karawang senilai Rp 15-20 juta.

"Tersangka mengedarkannya ke Lampung dan Karawang, anggota masih melakukan pengembangan. Sebagian hasil curian untuk kebutuhan hidup dan sabu," pungkasnya.

(bri/mud)