3.000 Lebih Kios di Pasar Baru Bandung Gulung Tikar Imbas Pandemi

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 18:44 WIB
Ribuan kios di Pasar Baru Bandung gulung tikar akibat Corona
Ribuan kios di Pasar Baru Bandung gulung tikar akibat Corona (Foto: Siti Fatimah)
Bandung -

Sebanyak tiga ribu kios di Pasar Baru (Pasbar) Trade Center Bandung, Jalan Otto Iskandar, Kota Bandung terpaksa gulung tikar karena tak sanggup bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan. Dia mengatakan, toko yang tutup sudah di atas 60 persen dari total kios 5.200 yang ada.

"Kondisi pedagang Pasbar itu belum ada perubahan. Bahkan toko yang tutup semakin bertambah di atas 60 persen," ujar Iwan saat dihubungi detikcom, Senin (8/2/2021).

Lebih lanjut, dengan diberlakukannya PPKM dan akan dilanjutkan dengan PPKM Mikro menurutnya semakin berpengaruh pada penurunan kunjungan Pasar Baru. "Apalagu dengan diberlakukannya PPKM. Rata-rata pengunjung Pasbar itu bukan hanya orang lokalan Bandung tetapi juga luar daerah dan luar pulau. Jadi sangat berpengaruh dan belum ada perubahan dalam peningkatan pengunjung," ujarnya.

Sejak diperbolehkan beroperasi pada 26 Juni 2020 lalu hingga kini, Pasar Baru tak banyak terjadi perkembangan ekonomi yang signifikan. Meskipun di awal, para pedagang cukup optimis dengan kembali membuka kiosnya.

"Itu ada pedagang yang buka sekitar 80 persen (awal beroperasi), dari hari ke hari karena situasi semakin sepi banyak yang tidak memperpanjang jongkonya terutama yang nyewa. Kunjungan pun hanya 10 persen dari hari normal," tuturnya.

"Di awal kan ada pembatasan-pembatasan kunjungan, lalu juga ada standar prokes yang ketat. Akan tetapi, tidak dibatasi juga pengunjung sangat berkurang," sambungnya.

Beberapa sektor usaha yang tutup diantaranya seperti fashion, oleh-oleh umroh dan haji, busana muslim, seragam, souvernir dan masih banyak lagi. Dia berharap, program vaksinasi dapat memulihkan segera sektor ekonomi.

"Gimana lagi neng, sehat aja dulu sekarang mah. Semoga seluruh masyarakat Indonesia cepat-cepat divaksin, semoga sektor-sektor kehidupan berjalan lagi, termasuk sektor ekonomi," pungkasnya.

(mud/mud)