Pergerakan Tanah di Tasik, 1 Sekolah dan 3 Rumah Rusak

Deden Rahadian - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 16:33 WIB
Bangunan SD Rusak Akibat Pergerakan Tanah di Tasik
Bangunan SD rusak akibat pergerakan tanah di Tasikmalaya. (Foto: istimewa)
Tasikmalaya -

Pergerakan tanah melanda Kampung Babakaran Jeruk, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Akibatnya, selain jalan amblas dan retak, sejumlah bangunan rusak.

Bangunan rusak terdiri empat ruangan SDN Babakan Jeruk dan tiga rumah rumah warga. Selain itu, pergerakan tanah ini membuat ruas jalan di Cibalong dan Parungponteng amblas hingga merusak empat kolam ikan milik warga.

"Kerusakan di beberapa bangunan itu ditandai dengan adanya retakan yang menganga di dinding bangunan dan mengelupasnya lantai keramik. Kondisi di lapangan memang cukup mengkhawatirkan. Terjadi retakan di beberapa titik termasuk di rumah warga," kata Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adiseyta, Senin (8/2/2021).

Tanah bergerak itu berlangsung sejak Minggu (7/2). Menurut Jembar, saat ini warga yang rumahnya rusak diungsikan ke hunian saudara yang jauh dari lokasi bencana.

"Korban sudah mengungsi ke tempat yang aman, ke sanak saudara mereka. Karena kondisi retakannya lumayan cukup parah dan khawatir adanya pergeseran tanah kembali," ujar Jembar.

Sementara itu, pihak SDN Babakan Jeruk mengetahui kerusakan bangunan itu dari penjaga sekolah. Penjaga mendengar suara mencurigakan yang ternyata bangunan sudah belah.

"Jadi rusaknya sekolah kami parah. Sekarang bangunan sekolah nggak layak," ucap Ani, guru SDN Babakan Jeruk.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin menyebut Kecamatan Cibalong termasuk daerah rawan pergeseran tanah dan longsor. Lokasinya perbukitan dengan tanah yang labil. Pihak BPBD telah mengajukan penelitian ke pihak Badan Geologi dan PVMBG.

"Kami imbau warga waspada. Relawan di lapangan diminta untuk tetap siaga akan adanya bencana. Kami sampaikan juga surat ke Badan Geologi. Mengingat wilayah itu rawan," ucap Nuraedidin.

(bbn/bbn)