ADVERTISEMENT

Pemkot Cirebon dan Pelindo Kembangkan Pelabuhan Jadi Wisata Sejarah

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 14:40 WIB
Pemkot Cirebon dan Pelindo akan mengembangkan wisata sejarah
Pemkot Cirebon dan Pelindo akan mengembangkan wisata sejarah (Foto: Sudirman Wamad)
Cirebon -

Pemkot Cirebon bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Cirebon dan PT Pelindo merencanakan menyulap kawasan Pelabuhan Cirebon menjadi destinasi wisata sejarah.

Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati mengatakan rencana kawasan destinasi wisata itu berkonsep kota tua. Hal itu tertuang dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP). Kota tua akan menjadi satu kesatuan dengan kawasan gedung tua British American Tobacco (BAT), pabrik rokok tua di Cirebon yang saat ini menjadi kawasan swafoto para pelancong.

"Kami bersama Pelindo sepakat, kawasan di sekitar pelabuhan yang tidak mengganggu kegiatan akan ditata. Kita akan lihat dan kaji mana (lokasi) yang potensial (pengembangan wisata kota tua)," kata Eti kepada awak media di Pelabuhan Cirebon, Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (5/2/2021).

Eti menilai Pelabuhan Cirebon memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata anyar. Eti yakin kawasan pelabuhan bisa menarik wisatawan dari luar daerah.

"Mudah-mudahan pengembangan pelabuhan bisa disinergikan dengan wilayah penyangganya sebagai pariwisata heritage. Pelabuhan antar pulau, itu yang sedang diperjuangkan PT Pelindo, dan kami Pemkot mendukung penuh, salah satunya untuk menggairahkan pariwisata di Kota Cirebon," kata Eti.

Sementara itu, General Manager PT Pelindo Cabang Cirebon Abdul Wahab mengatakan RIP disesuaikan dengan keinginan pasar. Selain itu, pengembangan kawasan wisata juga menjadi bagian pengembangan pelabuhan.

"Pelabuhan punya RIP, di dalamnya ada rencana pengembangan heritage. Kita akan padukan dengan program pemkot. Karena pemkot punya kawasan heritage," kata Abdul Wahab.

Sementara itu, Humas KSOP kelas II Cirebon Dany Jaelani mengatakan pengembangan kawasan heritage merupakan salah upaya dalam memaksimalkan potensi yang ada di pelabuhan. PT Pelindo wajib melakukannya karena sudah tercatat dalam RIP.

"Memang tertunda. Pemkot sepakat, KSOP sangat setuju. Dari luas keseluruhan, ada sekitar 40 persen yang bisa kembangkan untuk wisata. Semua harus direncanakan terpadu, pemkot punya rencana, pelabuhan punya rencana, maka keduanya harus diselaraskan," kata Dany.

(mud/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT